Dividen interim Rp9,3 triliun, Bank Mandiri pastikan fundamental kuat

Jakarta, IDN Times – Bank Mandiri menegaskan pembagian dividen interim tidak mengganggu ruang ekspansi bisnis perseroan. Permodalan perusahaan tetap solid untuk menghadapi tantangan ekonomi pada 2026.

Direktur Finance dan Strategi Bank Mandiri, Novita Widianggraini, menjelaskan dividen interim sebesar Rp9,3 triliun telah dibayarkan pada Januari 2026. Kebijakan tersebut mencerminkan kekuatan kinerja, likuiditas, dan permodalan perseroan.

“Dividen interim sebesar Rp9,3 triliun telah kami bayarkan pada Januari 2026. Kebijakan ini mencerminkan kinerja yang kuat, likuiditas yang baik, serta permodalan Bank Mandiri yang berada pada level memadai,” ujar Novita dalam paparan kinerja Bank Mandiri 2025 yang digelar secara daring, dikutip, Jumat (6/2/2026).

1. Hingga Desember, rasio kecukupan modal secara bank only capai 19,4 persen

Ia menjelaskan, hingga Desember 2025 rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri secara bank only berada di level 19,4 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Ke depan, perseroan menargetkan CAR tetap terjaga di kisaran 19–20 persen.

“Dalam strategi jangka panjang Bank Mandiri, CAR akan kami jaga tetap optimal di kisaran 19 hingga 20 persen untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus mengantisipasi risiko,” kata Novita.

2. Struktur permodalan beri ruang Bank Mandiri jaga return on equity

Dengan struktur permodalan tersebut memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk menjaga return on equity sekaligus mendukung pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, termasuk dalam pelaksanaan penugasan dan program strategis pemerintah.

Terkait dampak dividen interim terhadap pasar, Novita menilai kebijakan tersebut menjadi sinyal positif atas fundamental perseroan. Hal ini tercermin dari pergerakan saham dan likuiditas pasca cum date yang tetap terjaga secara wajar.

3. Kedepan, Bank Mandiri masih akan mempertimbangkan soal divdien interim

Ke depan, pembagian dividen interim masih berpotensi dipertimbangkan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, permodalan, dan likuiditas perusahaan.

“Dividen interim ke depan tetap terbuka untuk dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi tersebut,” kata Novita.

Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas Dukung Pembangunan: Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program TJSL di Tahun 2025 Mandiri Sahabat Desa, Upaya Hebat Bank Mandiri Entaskan Stunting