
Aksi jual investor asing masih membayangi pasar saham Indonesia pada perdagangan sesi I Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (9/4). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan asing membukukan net sell sebesar Rp 1,11 triliun di seluruh pasar.
Berdasarkan data Stockbit, nilai penjualan asing tercatat mencapai Rp 3,56 triliun, lebih besar dibandingkan pembelian yang hanya Rp 2,45 triliun. Meski demikian, di balik tekanan jual tersebut, investor asing terlihat tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.
Fenomena ini mencerminkan strategi rotasi: melepas saham besar (big caps), sambil masuk ke saham-saham yang lebih selektif.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan likuid menjadi target utama aksi jual asing. Bahkan, beberapa di antaranya selama ini dikenal sebagai “market mover”.
Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain:
• BUMI: net sell 382,7 juta saham
• BNBR: net sell 118,7 juta saham
• GOTO: net sell 111,2 juta saham
• BBRI: net sell 84,2 juta saham
• BRPT: net sell 50,6 juta saham
Selain itu, tekanan jual juga terjadi pada saham seperti BMRI, ACES, BRMS, hingga INET.
Aksi jual tidak hanya terjadi di saham teknologi seperti GOTO, tetapi juga merambah sektor perbankan besar seperti BBRI dan BMRI. Padahal, sektor ini biasanya menjadi barometer kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia.
Hal ini bisa mengindikasikan investor global sedang melakukan profit taking atau mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Tetap Belanja, Asing Incar Saham Ini
Di tengah net sell yang cukup besar, investor asing tetap terlihat aktif mengoleksi sejumlah saham di bidang energi hingga ritel.
Beberapa emiten yang masuk daftar top net foreign buy antara lain:
• ESSA: net buy 19,8 juta saham
• BUKA: net buy 16,6 juta saham
• NSSS: net buy 14,1 juta saham
• KAQI: net buy 13,0 juta saham
• COAL: net buy 12,3 juta saham
Selain itu, saham seperti TAPG, MAPI, DEWA, EMTK, ERAA hingga ADMR juga turut diborong asing.