FTSE review Juni 2026 depak 8 saham RI, ada DSSA hingga GOTO

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Penyedia indeks global, FTSE Russell telah mengumumkan daftar FTSE Global Equity Index Series periode review Juni 2026. Dalam daftar tersebut, tidak ada saham baru yang masuk, sedangkan ada 8 saham Indonesia yang didepak.

Mayoritas penghapusan disebabkan oleh perpindahan ke ineligible board, kegagalan memenuhi persyaratan free float, masalah hasil surveillance screening, atau struktur kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi

Untuk kelas Large Cap, anak usaha London Stock Exchange Group (LSEG) tersebut mendepak saham DSSA. 

: Menanti Katalis Dana Asing Masuk Bursa RI Usai Diguncang MSCI-FTSE

“Alasannya adalah konsentrasi kepemilikan saham terlalu tinggi,” tulis FTSE Russel dalam pengumuman resminya, Selasa (2/6/2026).

Kemudian, untuk kelas Mid Cap ada saham GOTO dan NCKL yang dikeluarkan dan dipindahkan ke ineligible board.

: : Saham RI Didepak FTSE, BEI: Risiko Jangka Pendek Reformasi Pasar Modal

Sebagai catatan, pemindahan ke ineligible board berarti saham tersebut dipindahkan ke papan perdagangan yang tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam indeks FTSE. Jika suatu saham dipindahkan ke papan yang tidak memenuhi kriteria tersebut, FTSE otomatis mengeluarkannya dari indeks.

Selanjutnya di kelas Micro Cap, saham-saham yang dikeluarkan adalah DOID, DAAZ, HILL, MLIA, dan CNMA.

: : Pengumuman FTSE Index Juni 2026, Cek Saham Indonesia yang Terdepak

DOID dipindahkan ke ineligible board, sementara DAAZ dinilai tidak memenuhi minimum free float.

Sementara itu, HILL dan CNMA gagal lolos dalam penyaringan pengawasan saham, sementara CNMA juga dipindahkan ke ineligible board.

“Tidak ada perusahaan Indonesia yang tercantum sebagai penambahan (inclusion) dalam FTSE Juni,” tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.