Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami turbulensi besar dalam dua hari terakhir setelah adanya laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai isu transparansi bursa. IHSG sempat anjlok 8 persen pada Rabu (28/1/2026) dan kemudian sempat ambruk pada awal perdagangan Kamis (29/1/2026). Untungnya, IHSG membaik dengan hanya turun 1,06 persen dan finis di level 8.232,20 pada Kamis sore.
Lantas, siapa sebenarnya MSCI dan mengapa pengaruhnya sangat besar terhadap bursa saham Indonesia?
MSCI merupakan salah satu lembaga penyusun indeks saham global paling berpengaruh di dunia. Keputusan dan penilaian MSCI kerap menjadi rujukan utama investor institusi global dalam menempatkan dana investasi lintas negara, termasuk di pasar saham negara berkembang seperti Indonesia.
Dikutip dari situs resminya, MSCI adalah perusahaan penyedia indeks, data, dan alat analisis investasi yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan ini berdiri sejak 1969 dan saat ini berkantor pusat di New York. MSCI dikenal luas melalui indeks-indeks globalnya, seperti MSCI World Index, MSCI Emerging Markets Index, MSCI Frontier Markets Index, serta berbagai indeks tematik dan sektoral lainnya.
Indeks MSCI digunakan oleh investor institusi besar, termasuk dana pensiun, manajer investasi, perusahaan asuransi, dan dana indeks (exchange traded fund/ETF).
MSCI melaporkan, dana kelolaan atau AUM yang ditangani oleh indeksnya mencapai 18,3 triliun dolar AS per 30 Juni 2025. Klien MSCI mencakup mayoritas pengelola dana pensiun raksasa dunia, manajer aset, dan juga bank global.
Pengaruh MSCI terhadap pasar saham global terutama berasal dari perannya sebagai acuan alokasi investasi. Ketika suatu negara atau saham masuk ke dalam indeks MSCI, investor yang mengikuti indeks tersebut akan membeli saham terkait secara otomatis. Sebaliknya, jika bobot suatu negara diturunkan atau sahamnya dikeluarkan dari indeks, maka investor pasif akan menjual saham tersebut.
MSCI secara rutin melakukan evaluasi terhadap pasar saham berbagai negara dengan sejumlah kriteria utama, antara lain aksesibilitas pasar, likuiditas, keterbukaan informasi, perlindungan investor, serta struktur kepemilikan saham atau free float. Penilaian tersebut menjadi dasar pengelompokan pasar ke dalam kategori developed market, emerging market, atau frontier market.
Bagi negara berkembang, status sebagai bagian dari MSCI Emerging Markets Index memiliki arti strategis. Indeks ini menjadi rujukan utama investasi global ke pasar negara berkembang. Perubahan bobot atau status dalam indeks tersebut dapat berdampak langsung terhadap arus masuk dan keluar dana asing dalam jumlah besar.
Untuk diketahui, saat ini bursa saham Indonesia masuk dalam MSCI Emerging Markets Index. Di dalam indeks tersebut, terdapat sejumlah negara lain seperti China, Korea Selatan, Malaysia, dan UEA.
Sementara itu, laporan MSCI menyebutkan jika Indonesia tidak bisa memenuhi ketentuan terkait transparansi maka Indonesia berpotensi masuk dalam MSCI Frontier Markets Index. Indeks itu kini dihuni oleh negara-negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Kazakhstan, dan Vietnam.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan komitmen untuk melakukan reformasi pasar modal Indonesia. Langkah tersebut diambil menyusul keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia.
“Berkaitan dengan ini, semua mendukung penuh langkah-langkah reformasi, perbaikan, dan penguatan yang kita lakukan. Karena kepentingan nasional untuk melihat bahwa Bursa Efek Indonesia memang setara dengan kondisi dan perkembangan serta standar yang ada di mancanegara,” kata Mahendra dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan keterangan pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen serta akan mengambil serangkaian langkah lanjutan untuk merespons masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). – (Republika/Thoudy Badai)
Mahendra menyebut langkah reformasi tersebut didukung seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), BP BUMN, hingga BPI Danantara.
“Semua solid mendukung untuk perkembangan, penguatan, serta pendalaman pasar. Jadi itu kunci dasarnya adalah reformasi yang memperbaiki transparansi dan integritas,” terangnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menambahkan OJK menerima berbagai usulan dari sejumlah pemangku kepentingan untuk meningkatkan transparansi sehingga dapat memperbaiki iklim pasar modal Indonesia ke depan.
Ia memastikan OJK melakukan berbagai upaya agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak semakin anjlok. IHSG diketahui merosot hingga mencapai ambang batas delapan persen dalam dua hari terakhir, terimbas keputusan MSCI terkait perubahan metodologi perhitungan porsi saham publik atau free float di pasar saham Indonesia.
Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia hingga otoritas terkait menemukan mekanisme free float yang tepat. OJK pun melakukan berbagai langkah agar kemerosotan IHSG tidak makin dalam.
“Bagaimana dengan policy-policy-nya, seperti misalnya trading halt, hari ini juga ada auto-halt, dan tentunya itu membuat agar investor tidak panik gitu ya terhadap situasi yang ada. Cooling down,” ujarnya.
Di samping itu, Inarno menyampaikan kebijakan auto reject bawah (ARB) atau batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan tetap diberlakukan. Selain itu, kebijakan buyback, yakni perusahaan membeli kembali sahamnya sebagai strategi dalam mengelola struktur modal dan persepsi pasar, juga tetap berlaku.
“ARB juga tetap masih ada. Buyback juga saya lihat itu tetap bisa, masih berlaku. Jadi itu semua tools kita tetap jalankan sesuai dengan aturan yang ada,” terangnya.