
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Pergerakan indeks saham syariah akan dipengaruhi sejumlah faktor pada tahun 2026. Salah satunya angka pertumbuhan ekonomi.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026), Jakarta Islamic Index (JII) di level 563,96, terkoreksi 3,68% secara year to date (ytd). Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) di level 296,73, terkoreksi 5,69% ytd. IDX Sharia Growth di level 100,30, naik 0,07% secara ytd. IDX MES BUMN di level 99,64, naik 10,20% secara ytd.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, secara pergerakan indeks saham syariah cukup inline dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pergerakan indeks saham syariah tahun ini diperkirakan sideways, ditopang pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap solid serta fundamental emiten yang relatif defensif.
“Namun, volatilitas masih berpotensi muncul seiring sensitivitas terhadap dinamika global dan aliran dana asing,” ujar Sukarno kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Momentum Ramadan Berpotensi Angkat Saham Syariah, Ini Rekomendasi Analis
Sukarno menambahkan, kinerja indeks syariah akan dipengaruhi oleh kombinasi pertumbuhan konsumsi domestik, stabilitas suku bunga, serta penguatan ekosistem keuangan syariah sebagai katalis positif.
Di sisi lain, risiko berasal dari volatilitas pasar global, rotasi sektor, serta likuiditas yang lebih terbatas pada sebagian saham syariah.
“Secara sektoral, peluang masih terlihat pada sektor financials syariah, telekomunikasi, consumer defensif, serta energi/komoditas yang memiliki fundamental relatif kuat,” ucap Sukarno.
Adapun untuk saham yang menarik dicermati bisa dilihat karena memiliki valuasi yang relatif masih murah dan memiliki Return on Equity (ROE) yang cukup tinggi di indeks JII. Antara lain saham MEDC, UNTR, ASII, PTBA, JPFA, ICBP, ISAT, BRIS, dan TLKM.
Indeks Saham Syariah Diprediksi Mengalami Pemulihan Bertahap Menuju Semester II–2026