
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan pada hari ini, Senin (2/2/2026) dengan bergerak di zona hijau, seiring dengan respons positif terhadap upaya reformasi di pasar modal dan estafet kepemimpinan yang baru di BEI dan OJK.
Berdasarkan data IDX Mobile pada Pukul 09.05, indeks kerja sama dengan Harian Bisnis Indonesia ini dibuka pada level 540,50 menguat 0,36%. Sementara, berdasarkan data RTI Business, pukul 09.15 WIB, IHSG terus terperosok hingga 4,5% di level 7.954,48. Adapun, perdagangan sempat dibuka pada level 8.306,16.
Sejumlah saham yang terpantau memimpin penguatan laju Indeks Bisnis-27 adalah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang naik 3,23% menuju level Rp2.560, disusul saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), menguat sebesar 2,29% ke level Rp1.785, berikutnya ada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang naik sebesar 2,11% ke level Rp1.210.
Saham-saham konstituen Indeks Bisnis-27 lainnya adalah di sektor perbankan yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,35% ke level Rp7.500, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 1,31% ke level Rp3.860, hingga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 1,11% ke level Rp4.540.
Sebaliknya, saham-saham konstituen yang menjadi pemberat adalah saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkoreksi sebesar 8,08% ke level Rp3.870, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah sebesar 5,43% ke level Rp6.100, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun sebesar 4,53% ke level Rp1.895.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun sebesar 4,17% ke level Rp2.070, hingga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) melemah 3,64% ke level Rp1.315.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin, 2 Februari 2026
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengimbau para trader dan investor untuk memantau sentimen data GDP Full Year 2025. Ia menjelaskan awal Februari biasanya merupakan waktu rilis pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahunan.
“Pasar berekspektasi ekonomi kita tumbuh solid di angka 5,1% – 5,2%. Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat,” ujarnya, dikutip, Senin (2/2/2026).
: : IHSG Hari Ini (2/2) Peluang Menguat Terdorong Reformasi Pasar Modal RI
Selain itu, tak dapat dipungkiri selama sepekan ke depan market akan banyak dipengaruhi oleh reaksi market menyongsong estafet kepemimpinan BEI dan OJK yang baru.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam analisisnya menyebut tekanan jual asing memang mulai mereda, tetapi dampak pengumuman MSCI sebelumnya masih mendorong capital outflow pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Pada perdagangan hari ini, pasar cenderung wait and see menantikan respons terhadap penunjukan pejabat baru di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan Bursa Efek Indonesia, serta mencermati rilis neraca perdagangan dan inflasi, dengan risiko lanjutan tekanan jual asing tetap perlu diwaspadai.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan secara teknikal pada hari ini, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan target uji resistance 8.400 dan support psikologis di 8.000.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.