Siapa Siti Mawarni? Lagu kritik narkoba yang viral di Sumut dan Jambi

Lagu “Siti Mawarni Ya Incek” yang diciptakan Amin Wahyudi Harahap, warga Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial sejak 23–24 April 2026 karena liriknya yang mengkritik maraknya peredaran narkoba, khususnya sabu, di Sumatera Utara dan Jambi. Lagu ini menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat hingga aparat penegak hukum.

Fenomena viralnya lagu ini bukan sekadar karena nada lagunya yang menarik, melainkan juga karena munculnya bentuk kritik sosial baru yang dinilai mewakili keresahan masyarakat Sumatera Utara terhadap persoalan narkotika yang belum kunjung terselesaikan. Setelah lagu ini ramai diperbincangkan, pertanyaan soal siapa Siti Mawarni pun turut dicari oleh masyarakat. 

Siapa Siti Mawarni

Amin Wahyudi Harahap selaku pencipta lagu menyebut Siti Mawarni merupakan tokoh fiktif yang sengaja dibuat agar lirik lagu terasa lebih hidup. Ia awalnya mempertimbangkan nama lain seperti Siti Markonah, namun dianggap lebih identik dengan budaya Betawi. Karena itu, ia memilih nama yang lebih dekat dengan budaya Melayu di daerahnya.

Penggunaan nama ini juga mempertimbangkan aspek budaya dan agama. Pencipta lagu menghindari penggunaan nama tokoh yang memiliki nilai religius tinggi agar tidak dikaitkan dengan isu narkoba. Dengan demikian, Siti Mawarni berfungsi sebagai simbol dalam cerita lagu, bukan representasi sosok tertentu.

Kemunculan lagu ini tidak terlepas dari keresahan Amin Wahyudi Harahap terhadap maraknya peredaran narkoba yang sudah berlangsung lama dan terus berulang.

Ia menyoroti banyaknya pemberitaan penangkapan narkoba yang muncul hampir setiap hari. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa persoalan di Sumatera tersebut tidak kunjung selesai, meskipun berbagai upaya telah dilakukan.

Kekhawatiran tersebut juga didasari oleh tanggung jawab sebagai orang tua. Ia merasa perlu menyuarakan keresahan tersebut demi masa depan generasi muda, termasuk anak-anaknya, yang berpotensi terdampak oleh peredaran narkoba.

Lirik Lagu Siti Mawarni Ya Incek

Berikut lirik lengkap lagu “Siti Mawarni Ya Incek” yang viral di media sosial:

Siti Siti Mawarni ya incek anak LabuhanbatuSiti Siti Mawarni ya incek bintiya Solehudin

Siti Siti Mawarni ya incek Anak LabuhanbatuSiti Siti Mawarni ya incek bintiya Solehudin

Kalau ada orang yang nyabu yang Allah cepat kasih azabnyaSabu banyak di Sumut ya Allah bandar sabu kaya semuaKalau yang beking sabu ya Allah cepat cabut nyawanya

Kalau tak dimatikan ya Allah rakyat kita rusak semuaKalau tak dimatikan ya Allah, bandar sabu kaya semua

Siti Siti Mawarni ya incek anak LabuhanbatuSiti Siti Mawarni ya incek bintiya Solehudin

Siti Siti Mawarni ya incek anak LabuhanbatuSiti Siti Mawarni ya incek bintiya Solehudin

Kalau ada orang yang nyabu yang Allah cepat kasih azabnyaSabu banyak di Sumut ya Allah bandar sabu kaya semua

Kalau yang beking sabu ya Allah cepat cabut nyawanyaKalau tak dimatikan ya Allah rakyat kita rusak semuaKalau tak dimatikan ya Allah, bandar sabu kaya semua

Selamat berpisah para-para saudaraSampai bertemu di lain waktu dan masaJangan lupa Bahagia untuk kita semua

Salam manis untuk andaSalam manis untuk Anda

Makna Lagu Siti Mawarni Ya Incek

Siti Mawarni dipandang sebagai simbol keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba yang semakin meluas. Lagu ini berbeda dari kebanyakan lagu populer yang mengangkat tema percintaan. 

Sebaliknya, lagu ini fokus pada isu sosial serius, termasuk dugaan adanya praktik beking terhadap jaringan narkoba. Istilah “beking” dalam lirik lagu ini menggambarkan keresahan mengenai adanya perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Respons Aparat dan Publik

Viralnya lagu ini memicu respons dari aparat penegak hukum. Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan bahwa pihaknya tidak merasa disindir oleh lagu tersebut.

Ia menilai lagu ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan masyarakat terhadap upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, lirik lagu mengandung pesan moral yang sejalan dengan tugas aparat dalam menegakkan hukum.

Di sisi lain, respons publik terbilang beragam. Sebagian masyarakat mengapresiasi keberanian liriknya, sementara sebagian lainnya menilai penyampaiannya terlalu frontal.