Harga anjlok 33%, saham blue chip ini siap cairkan dividen Rp 4.150/lot

Ussindonesia.co.id Jakarta. Harga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) merosot 33% sejak awal tahun 2026 hingga Juni ini. Namun ada kabar gembira, saham yang masuk kategori blue chip ini akan bagi dividen  sebesar Rp1,7 triliun dari laba tahun buku 2025.

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman lama di bursa efek dan memiliki nilai kapitalisasi pasar besar. Saham blue chip biasanya memiliki likuiditas yang besar.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham blue chip biasanya menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45. Anggota LQ45 yang baru saja mengumumkan dividen adalah AMRT.

Pengumuman dividen ini terjadi di tengah pelemahan harga saham AMRT. Pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026, harga saham AMRT di level 1.330 turun 1,48% atau 20 poin secara harian. Sejak awal tahun 2026, harga saham perusahaan pengelola jaringan Alfamart ini telah merosot 33% atau 655 poin.

Investor Bisa Raih Rp 27.500/Lot, Hari Ini (5/6) Cum Dividen Saham MERK

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham setara Rp41,5 per saham.

Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menjelaskan bahwa pembagian dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 50% dari laba bersih tahun 2025. Persentase tersebut meningkat dibandingkan payout ratio tahun sebelumnya yang berada di level 40%.

“Jumlah dividen yang dibagikan sekitar Rp1,7 triliun atau Rp41,5 per saham dengan payout ratio sekitar 50%, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 40%,” ujar Tomin dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026).

Kenaikan rasio pembagian dividen tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp126,74 triliun, meningkat dari Rp118,23 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp3,41 triliun pada 2025. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp3,15 triliun.

Tonton: Ekonom UGM: DSI Berpotensi Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA Indonesia

Manajemen menyebut pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan penjualan di seluruh jaringan ritel Alfamart, didukung strategi promosi yang efektif serta kontribusi yang semakin besar dari kanal digital dan layanan omnichannel.

Transformasi digital yang terus dilakukan perusahaan turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan transaksi dan perluasan jangkauan layanan kepada pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi operasional, AMRT melanjutkan ekspansi bisnis dengan menambah 1.159 gerai baru sepanjang 2025. Dengan tambahan tersebut, total jaringan gerai yang dioperasikan perseroan mencapai 24.434 unit hingga akhir tahun.

Ekspansi gerai yang konsisten menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk memperkuat pangsa pasar sekaligus mendekatkan layanan kepada konsumen di berbagai daerah.

Ke depan, manajemen AMRT menyatakan akan terus memperkuat pengembangan digital dan omnichannel, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok guna menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Perseroan optimistis strategi tersebut dapat mendukung peningkatan kinerja operasional sekaligus memperkuat daya saing di industri ritel modern yang semakin kompetitif.

Dengan kinerja yang tetap solid dan kebijakan dividen yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.