Rupiah belum lepas tekanan, ditutup melemah ke Rp 16.911 per dolar AS di Rabu (25/3)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (25/3/2026), ditutup di level Rp 16.911 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,08% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.898 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor), rupiah menguat 0,45% dibandingkan perdagangan sebelum liburan panjang, menjadi Rp 16.905 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.982 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah tidak terjadi secara spesifik di dalam negeri, melainkan merupakan bagian dari tekanan global terhadap mayoritas mata uang dunia. 

Harga Emas Rebound, Sentimen Geopolitik Masih Jadi Penentu

Baik mata uang regional Asia maupun mata uang utama lainnya masih tertekan terhadap dolar AS.

“Sentimen investor di pasar mata uang umumnya masih negatif, bertolak belakang dengan sentimen risk on di pasar ekuitas oleh harapan deeskalasi di Timur Tengah,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (25/3/2026).

Katanya, kondisi pasar valas berbanding terbalik dengan sentimen di pasar saham yang relatif lebih risk on ini seiring harapan meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. 

Optimisme tersebut muncul setelah adanya laporan bahwa Amerika Serikat telah menawarkan rencana kepada Iran untuk mengakhiri konflik.

Namun demikian, untuk pasar mata uang, pelaku pasar masih bersikap hati-hati dan cenderung defensif. Ketidakpastian terkait perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak dunia masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah rupiah.

Laba Bersih dan Pendapatan WIFI Kompak Naik Hingga Ratusan Persen!

Untuk perdagangan esok hari, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan terbatas atau cenderung range-bound, dengan peluang melemah maupun menguat yang relatif sempit. 

Investor diperkirakan tetap mencermati perkembangan geopolitik seputar Timur Tengah dan dinamika harga energi global sebagai katalis utama.

Adapun kisaran pergerakan rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp 16.850 hingga Rp 16.950 per dolar AS pada Kamis (26/3/2026).