IHSG parkir di zona hijau hari ini (14/4) diboyong saham grup Bakrie dan Prajogo

Ussindonesia.co.id JAKARTA  — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Selasa (14/4/2026). IHSG menguat terdorong saham-saham seperti BUMI, PTRO, hingga BNBR.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 16.00 WIB IHSG berada pada posisi 7.675 atau naik 2,34%. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 7.592-7.686.

Tercatat, 548 saham menguat, 151 saham melemah, dan 119 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau berada pada level Rp13.710 triliun.

Saham Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp1,8 triliun hari ini. Saham BUMI ditutup menguat 7,38% ke level Rp262 per saham.

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa 14 April 2026

Saham lainnya yang aktif diperdagangkan adalah saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang mencapai Rp1,4 triliun. Sama seperti saham BUMI, saham PTRO ditutup menguat 10,83% ke level Rp6.650 per saham.

Saham ketiga yang juga paling aktif diperdagangkan adalah saham lainnya milik Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), yang mencapai Rp1,2 triliun. Saham BNBR ditutup menguat 27,04% ke level Rp202 per saham pada perdagangan hari ini.

Saham lain yang juga menguat sore ini adalah BRPT yang menguat 11,42% ke level Rp2.440, saham DEWA naik 10,48% ke level Rp580, dan saham BBCA naik 2,66% ke level Rp6.750 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan IHSG menguat ditopang dari sentimen yang membaik menyusul sinyal diplomatik baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah berupaya mencapai kesepakatan. Sementara itu, Presiden Iran Pezeshkian mengisyaratkan kesediaan untuk melanjutkan pembicaraan jika sesuai dengan hukum internasional. 

Pernyataan tersebut muncul setelah perundingan pertama gagal menghasilkan kesepakatan, yang mendorong AS untuk mengumumkan blokade Selat Hormuz. 

Dari dalam negeri, Bank Indonesia menyampaikan bahwa retail sales Februari 2026 secara tahunan tumbuh sebesar 6,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 sebesar 5,7% (yoy). Ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat tetap berlangsung dengan baik sehingga mencerminkan ketahanan ekonomi dalam negeri di tengah ketidakpastian global saat ini.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.