Purbaya sebut aturan tak tertulis hambat asuransi & dapen investasi saham, apa itu?

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa aturan tidak tertulis telah menghambat perusahaan asuransi dan dana pensiun memperbesar investasi di pasar modal.

Kendati demikian Purbaya tidak menjelaskan secara rinci aturan tidak tertulis tersebut. Dia hanya menilai bahwa aturan yang ada sudah memberikan ruang cukup untuk investasi di SBN.

“Mungkin saya salah baca, tetapi mungkin mereka takut investasi saham akan ada perintah enggak tertulis. Saya akan cek dengan mereka kenapa, atau bisa enggak mereka tingkatkan ke bursa saham,” ujar Purbaya pada Sabtu (31/1/2026) malam.

: Purbaya: Jeffry Hendrik jadi Pjs Dirut BEI, Penetapan Definitif Senin (2/2)

Menurutnya, manajemennya Bursa Efek Indonesia akan lebih bagus ke depannya, karena pemerintah berkomitmen untuk melakukan reformasi di pasar saham untuk memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan investor.

Dia juga menyebut bahwa perusahaan-perusahaan asuransi dan dana pensiun tidak perlu khawatir soal kenaikan batas maksimal investasi di saham, karena upaya perbaikan akan berjalan, terutama dalam memberantas saham gorengan.

: : Gelar Konpers, Airlangga, Purbaya, hingga Petinggi OJK-BI Tiba di Kantor Danantara

“Harusnya [saham] goreng-gorengan enggak jelas akan semakin berkurang di bursa,” ujar Purbaya.

Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi juga menyebut bahwa otoritas akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bursa saham, yakni dengan melakukan penyelidikan terhadap saham-saham gorengan.

: : Purbaya Bersih-Bersih: Usai Bea Cukai, Giliran Pejabat Pajak Kena Rombak

“Penguatan pengawasan dan penegakan hukum dengan segera memulai penyelidikan goreng menggoreng saham atau memanipulasi pasar, tadi yang disampaikan oleh Pak Menko [Perekonomian Airlangga Hartarto], secara masif,” ujar Friderica dalam konferensi pers, Sabtu (31/1/2026) malam.

Bekerja Sama dengan Aparat

OJK bersama aparat berwenang akan mendorong penegakan hukum yang memberikan efek jera, serta penguatan pengawasan market conduct, termasuk kepada para influencer.

“Kami, OJK bersinergi dengan pemerintah dan stakeholders, akan mempercepat reformasi pasar modal, melalui pendekatan yang lebih holistik, mulai dari perbaikan kualitas emiten, dan saham yang diperdagangkan, peningkatan literasi dan perlindungan terhadap investor, terutama investor ritel, serta penegakan hukum yang tegas dan konsisten,” ujar Kiki, panggilan akrab dari Friderica.

Sebelumnya, Purbaya mengungkap bahwa pemerintah akan menambah limit investasi dari dana pensiun hingga asuransi di instrumen saham hingga 20%. Hal itu merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto usai pengumuman Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI) yang memicu IHSG anjlok dan rentetan trading halt.

Purbaya menyebut kemungkinan nantinya porsi investasi yang lebih besar dari dana pensiun dan asuransi itu hanya akan difokuskan pada saham-saham berkapitalisasi besar dalam 12 bulan terakhir atau LQ45.

“Kami akan bebaskan lagi ke 20%, tetapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45,” ujarnya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Purbaya, langkah menambah ‘bahan bakar’ ke pasar modal itu akan membantu kondisi pasar saham semakin membaik. Sejalan dengan hal tersebut, dia mengatakan otoritas bakal mendorong pembenahan saham-saham gorengan.