Ada yield 8%-9%, ini daftar saham pembagi dividen Mei 2026, dari ISAT BRIS TOTL LTLS

Ussindonesia.co.id Jakarta. Musim panen dividen masih berlanjut pada Mei 2026. Sejumlah emiten saham, dari yang kecil hingga berkapitalisasi besar seperti PT Indosat Tbk (ISAT) hingga PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan menyalurkan dividen pada Mei 2026. Berikut daftar emiten serta yield dividen saham terbarunya. 

Sejumlah emiten akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Emiten yang membagi dividen berasal dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, perbankan, konstruksi, pelayaran, hingga pertambangan.

Nilai dividen yang dibagikan mencapai miliaran hingga triliunan rupiah. Kondisi ini mencerminkan kinerja keuangan emiten yang masih solid di tengah tekanan pasar saham sejak awal tahun 2026.

PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten dengan nilai dividen terbesar, yakni Rp 3,57 triliun. Selain itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga menyiapkan dividen Rp 1,51 triliun, sementara Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen Rp 850,17 miliar.

Kinerja TBIG Tertekan Konsolidasi Operator Telekomunikasi, Cek Rekomendasi Sahamnya

Emiten Telekomunikasi dan Perbankan Dominasi Dividen Jumbo

PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 3,57 triliun atau Rp 111 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026.

Corporate Secretary ISAT, Reski Damayanti, mengatakan pembagian dividen ditopang laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 5,5 triliun dengan total ekuitas Rp 39,5 triliun per akhir 2025.

“Dividen per saham mencapai Rp 111,” tulis Reski dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 13 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 5 Juni 2026.

Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), saham ISAT ditutup menguat 4,19% ke level Rp 2.240 per saham. Meski demikian, secara year to date saham ISAT masih terkoreksi 3,45%.

Dengan harga tersebut, yield dividen saham ISAT mencapai 4,95%. Jumlah itu setara 2x bunga deposito rupiah yang hanya 2%-an per tahun.

Di sektor perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,51 triliun atau Rp 32,81 per saham.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 7,56 triliun. Per akhir 2025, total ekuitas BRIS tercatat mencapai Rp 51,95 triliun.

Cum dividen BRIS di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 13 Mei 2026, sementara pembayaran dividen dilakukan pada 5 Juni 2026.

Tonton: Rusia Bilang AS Terburu-buru Akhiri Perang Ukraina! Kremlin: Damai Masih Panjang

Sementara itu, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen tunai sebesar Rp 850,17 miliar atau Rp 56,62 per saham.

Dividen BJTM berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 1,54 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp 12,94 triliun.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 18 Mei 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026.

Pada perdagangan Jumat 8 Mei 2026, harga saham BJTM parkir di Rp 605 naik 10 poin atau 1,68% secara harian. Dengan harga terakhir, yield dividen saham BJTM mencapai 9,36% atau 4x bunga deposito rupiah bank umum.

Emiten Tambang dan Pelayaran Ikut Tebar Dividen

Dari sektor tambang emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) akan membagikan dividen tunai senilai 60 juta dollar AS dari laba tahun buku 2025. Nilai tersebut mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sekitar 60%.

Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra, mengatakan separuh dari total dividen itu telah dibagikan lebih dulu dalam bentuk dividen interim pada Desember 2025.

“Masih ada dividen final yang akan dibagikan,” ujar Rudy dalam paparan publik, Kamis (7/5/2026).

Kinerja ARCI sepanjang 2025 melonjak signifikan. Perseroan membukukan laba bersih 103 juta dollar AS atau naik 884% secara tahunan, didorong kenaikan pendapatan 72% menjadi 496 juta dollar AS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), saham ARCI parkir di Rp 1.385 turun 220 poin atau 13,71% secara harian.

Di sektor pelayaran, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) memutuskan membagikan dividen tunai Rp 95,19 miliar atau Rp 35 per saham sesuai hasil RUPST pada 6 Mei 2026.

Corporate Secretary SHIP, Anastasia Xenia, mengatakan total dividen yang dibagikan mencapai Rp 95,19 miliar.

“Nilai dividen per saham mencapai Rp 35,” kata Anastasia, Jumat (8/5/2026).

Pembayaran dividen SHIP dijadwalkan pada 26 Mei 2026, sedangkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 18 Mei 2026.

Pembagian dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 17,98 juta dollar AS dengan total ekuitas mencapai 117,91 juta dollar AS per akhir 2025.

Meski membagikan dividen, saham SHIP justru melemah 14,88% ke level Rp 3.490 per saham pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Sejak awal tahun, saham SHIP telah terkoreksi 27,74%. Dengan demikian, yield dividen saham SHIP hanya sekitar 1%.

Di sektor pertambangan nikel, PT PAM Mineral Tbk (NICL) membagikan dividen final Rp 63,81 miliar atau Rp 6 per saham.

Jika digabung dengan dividen interim, total dividen NICL untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 382,88 miliar atau Rp 36 per saham.

Perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp 319,06 miliar atau Rp 30 per saham.

GOTO Makin Moncer Berkat GoTo Financial, BUKA dan BELI Masih Punya Tantangan

Emiten Konstruksi hingga Kimia Juga Tebar Dividen

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menetapkan dividen tunai sebesar Rp 375,1 miliar atau Rp 110 per saham.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 414,3 miliar dengan total ekuitas Rp 1,32 triliun.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 18 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 5 Juni 2026.

Pada perdagangan Jumat (8/5), harga saham TOTL terhenti di Rp 1.240 turun 5 poin atau 0,40% secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen saham TOTL mencapai 8,87%.

Sementara itu, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) membagikan dividen tunai sebesar Rp 45,4 miliar atau Rp 31 per saham.

Dividen LTLS berasal dari laba bersih Rp 149,45 miliar pada tahun buku 2025 dengan total ekuitas mencapai Rp 3,3 triliun.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 19 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 29 Mei 2026.

Adapun PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,93 miliar atau Rp 1,5 per saham.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 10,54 miliar dengan total ekuitas Rp 170,88 miliar per akhir 2025.

Pembayaran dividen KUAS dijadwalkan pada 10 Juni 2026. 

   

Sebagian artikel bersumber dari https://money.kompas.com/read/2026/05/10/195856326/deretan-emiten-tebar-dividen-mei-2026-dari-isat-hingga-arci?page=all#page2.