
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan lonjakan harga energi belum mencapai puncaknya dan memperingatkan bahwa guncangan harga minyak yang berkepanjangan dapat memperbesar dampaknya terhadap perekonomian global serta prospek kebijakan moneter.
Melansir Kantor Berita Anadolu pada Jumat (1/5/2026), Powell mengatakan tekanan akibat lonjakan harga minyak saat ini lebih terasa di Eropa dan Asia dibandingkan Amerika Serikat. Namun, dia menegaskan dampaknya akan jauh lebih nyata jika gejolak tersebut berlangsung lebih lama.
Menurut Powell, jumlah pejabat The Fed yang memandang peluang kenaikan suku bunga sama besar dengan peluang penurunan suku bunga kini meningkat. Hal itu mencerminkan pandangan kebijakan yang semakin terbelah di tengah penilaian risiko inflasi akibat kenaikan harga energi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) yang tidak lazim karena diwarnai perbedaan pandangan tajam. Komite memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate di kisaran 3,5% hingga 3,75%.
Keputusan itu diambil melalui voting 8 banding 4, menunjukkan tingkat perpecahan yang cukup besar di internal pembuat kebijakan.
Powell menegaskan bank sentral tetap berfokus menjaga independensi dan menjalankan kebijakan moneter tanpa pertimbangan politik. Dia juga mengkritik langkah hukum terbaru terhadap The Fed sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dia mengatakan tidak punya pilihan selain tetap berada di Dewan Gubernur The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei mendatang, dengan merujuk pada tindakan hukum yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump.
“Saya sejak lama berencana pensiun. Namun, apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir membuat saya tidak punya pilihan selain bertahan setidaknya sampai persoalan ini selesai,” ujar Powell.
Dia menambahkan tidak akan meninggalkan dewan hingga investigasi tersebut benar-benar selesai secara transparan dan tuntas.
Setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir, Powell menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai gubernur The Fed untuk periode yang akan ditentukan kemudian.
Powell juga menepis anggapan bahwa dirinya akan menjadi ketua bayangan setelah transisi kepemimpinan. Dia mengatakan proses serah terima akan berlangsung normal kepada Kevin Warsh, kandidat Ketua The Fed yang diusulkan Presiden Donald Trump.