
Apa itu special financial center? Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah berencana membangun pusat keuangan khusus. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman dan menarik, terutama di tengah geopolitik global.
Prabowo menilai bahwa ide ini semakin relevan sebagai upaya yang menyatakan bahwa iklim investasi Indonesia tetap kompetitif di tengah perubahan global. Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa inisiatif ini berpotensi menarik minat investor yang sebelumnya mempertimbangkan kawasan Timur Tengah.
“Rencana kita mau bikin special financial center. Kita lagi cari tempat,” kata Prabowo, saat memberikan taklimat kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga eselon I kementerian, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Apa itu Special Financial Center yang Mau Dibangun Prabowo? Apa itu Special Financial Center (VOI)
Baca juga:
- Purbaya Kritik Proyeksi Ekonomi Bank Dunia: Mereka Melakukan Dosa Besar ke Kita
- Bank Dunia Pangkas Prospek Ekonomi RI, Makin Jauh dari Target Purbaya
- Digitalisasi dan AI Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Diramal Capai Rp 1.656 Triliun
Prabowo Subianto menegaskan bahwa situasi krisis global tidak hanya menjadi hambatan, tetapi juga membuka peluang besar yang dapat dimanfaatkan. Ia memandang dinamika global tersebut sebagai momentum bagi Indonesia untuk melancarkan langkah-langkah strategi, sekaligus mempercepat pelaksanaan program-program prioritas.
Special Financial Center (SFC) atau pusat finansial khusus merupakan kawasan terintegrasi yang dirancang dengan aturan khusus, insentif fiskal, serta kemudahan perizinan guna menarik masuknya investasi asing, teknologi, dan layanan keuangan global ke Indonesia. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat keuangan strategis yang memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan ekonomi dunia, dengan rencana pengembangan berlokasi di Bali.
Dalam kajian ekonomi politik internasional, SFC dipahami sebagai wilayah dengan regulasi, kebijakan fiskal, dan kerangka kelembagaan yang dirancang lebih kompetitif dibandingkan daerah lain di dalam negeri, guna menarik arus modal lintas negara.
Ciri utamanya mencakup insentif pajak, deregulasi terbatas, kemudahan perizinan, serta keterhubungan dengan sistem keuangan global. Karena itu, konsep ini bukan sekedar pembangunan kawasan, melainkan instrumen kebijakan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam struktur kapital global.
Di tengah kondisi global saat ini, gagasan tersebut didorong oleh perubahan arus investasi internasional akibat meningkatnya risiko konflik di wilayah Timur Tengah dan Eropa Timur. Fenomena flight to safety membuat investor global cenderung mencari negara dengan stabil.
Pilihan ini menghadirkan tantangan struktural, terutama terkait dengan infrastruktur keuangan yang selama ini berakhir di Jakarta. Transformasi Bali dari kawasan pariwisata menjadi pusat keuangan berpotensi memicu perubahan sosial dan spasial, seperti kenaikan harga properti, pergeseran struktur tenaga kerja, serta tekanan terhadap masyarakat lokal.
Apa itu special financial center yang mau dibangun Prabowo? Dapat dipahami sebagai inisiatif strategi yang digagas oleh Prabowo Subianto untuk menghadirkan kawasan pusat keuangan khusus yang mampu menarik investasi global. Proyek ini tidak hanya bertujuan memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman, tetapi juga memanfaatkan peluang dari dinamika dan krisis global.