AS siapkan opsi serang Iran bila gencatan senjata gagal

Militer Amerika Serikat tengah mengembangkan sejumlah opsi serangan baru terhadap Iran, bila gencatan senjata dengan Teheran berakhir tanpa kesepakatan.

Laporan CNN pada Kamis (23/4) yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan bahwa opsi tersebut mencakup serangan terhadap kapal serang cepat, kapal penebar ranjau, serta aset perang asimetris lainnya yang digunakan Iran untuk memblokir Selat Hormuz.

Selain itu, militer AS juga mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas dwiguna Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, seperti ancaman pemerintahan Trump sebelumnya.

Opsi lain menargetkan komandan militer Iran dan tokoh kepemimpinan negara, termasuk komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Ahmad Vahidi.

Trump pada Selasa mengatakan Washington akan memperpanjang gencatan senjata sambil tetap melanjutkan blokade.

Kepala negara AS itu juga menyebut peluang pembicaraan damai dengan Iran “mungkin” terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Gencatan Senjata Israel – Lebanon

Donald Trump, mengatakan Lebanon dan Israel memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih Kamis (23/4), waktu setempat.

Trump menyampaikan dirinya menjamu Duta Besar Israel untuk Washington Yechiel Leiter, serta Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Moawad di Ruang Oval dalam putaran kedua perundingan yang dimediasi Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut berlangsung sehari setelah serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang jurnalis. “Pertemuan berlangsung sangat baik! Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah,” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Hizbullah tidak mengirimkan perwakilan untuk menghadiri pertemuan tersebut. Mereka mengatakan punya ‘hak untuk melawan’ pasukan pendudukan.

Pada momen tersebut, Trump berharap dapat melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam waktu dekat ini.

Ia juga menyampaikan kepada wartawan di Oval Office, bersama para peserta pertemuan, bahwa dirinya berharap para pemimpin tersebut dapat bertemu selama masa penghentian permusuhan tiga minggu tersebut. Ia menilai ada ‘peluang besar’ bagi kedua negara untuk mencapai kesepakatan damai pada tahun ini.