
Ussindonesia.co.id JAKARTA — PT Astra International Tbk. (ASII) akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk memutuskan dividen tahun buku 2025.
Merujuk pengumuman Astra, RUPS Tahunan akan diadakan pada Kamis, 23 April 2026.
Berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat 10 Anggaran Dasar Perseroan, yang berhak hadir dalam RUPS Astra adalah pemegang saham ASII yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 16:00 WIB.
Adapun, pemanggilan RUPS akan dimuat dalam situs web perseroan, situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada Rabu, 1 April 2026. Dalam pemanggilan itu, Astra akan menjabarkan agenda yang akan dibahas dalam RUPS.
Meski begitu, seperti tahun-tahun sebelumnya, RUPST umumnya membahas dua agenda utama, yaitu persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, serta persetujuan penggunaan laba bersih perseroan.
Terkait dengan penggunaan laba bersih, Astra mengusulkan dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham. Merujuk pada keterangan resmi, Jumat (27/2/2026), Manajemen ASII menyampaikan usulan dividen final tahun buku 2025 itu akan diajukan Astra dalam RUPST bulan depan.
ASII melaporkan telah membukukan penurunan laba yang diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih sebesar 3,34% year-on-year (YoY) dari Rp33,9 triliun pada 2024 menjadi Rp32,76 triliun pada 2025.
Hal itu sejalan dengan pendapatan bersih Astra sepanjang 2025 yang mencapai Rp323,39 triliun atau turun 1,54% secara tahunan dari Rp328,48 triliun pada 2024.
Dengan demikian, laba per saham ASII ikut menyusut dari Rp837 pada 2024 menjadi Rp810 pada akhir 2025.
“Dividen final diusulkan sebesar Rp292 per saham,” tulis manajemen Astra dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Dividen final sebesar Rp292 per saham untuk tahun buku 2025 itu lebih rendah dibanding dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp308 per saham, tahun buku 2023 sebesar Rp421 per saham, dan tahun buku 2022 sebesar Rp552 per saham.
Dividen final yang akan diusulkan tersebut, ditambah dengan dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025, akan menjadikan total dividen yang diusulkan untuk tahun 2025 sebesar Rp390 per saham. Nilai itu setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48% dari laba bersih ASII.
Kinerja Astra 2025
Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International, menjabarkan penyebab terjadinya kontraksi kinerja perseroan pada 2025.
“Pada 2025, laba grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Meskipun ke depan kondisi operasional pada beberapa bisnis ASII masih tetap menantang, Djony mengatakan perseroan memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik.
“Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Pada perkembangan lain, Astra telah menyelesaikan program share buyback dengan nilai Rp2 triliun pada Januari 2026. Selanjutnya, Astra melakukan program share buyback tahap kedua, yang telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar.
Pada program tersebut, saham telah dibeli kembali sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
“Program-program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek grup dan kemampuannya dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.”