Astra siapkan buyback lanjutan, sinyal kepercayaan emiten raksasa pada pasar saham

RADARBISNIS – Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra International Tbk memilih tidak menunggu.

Emiten raksasa berkode ASII itu bersiap melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham, memanfaatkan relaksasi kebijakan yang diberikan regulator demi menjaga stabilitas pasar modal.

Langkah ini menjadi sinyal jelas: Astra percaya diri terhadap fundamental bisnisnya, sekaligus ingin memberi bantalan psikologis bagi pasar yang masih sensitif terhadap tekanan eksternal.

Detail Masih Digodok, Arah Sudah Jelas

Manajemen Astra belum membuka kartu sepenuhnya. Corporate Secretary Astra, Gita Tiffany Boer, menegaskan bahwa rencana buyback lanjutan memang ada, namun detail teknisnya masih dalam tahap penentuan.

“Perseroan memiliki rencana untuk melakukan program pembelian kembali saham yang baru, di mana detail pelaksanaannya akan diputuskan dan disampaikan lebih lanjut oleh Perseroan,” tulis Gita dalam keterbukaan informasi, dilansir dari idxchannel.com.

Pernyataan tersebut singkat, tetapi sarat makna. Di tengah ketidakpastian, Astra memilih menjaga fleksibilitas waktu dan skema agar bisa menyesuaikan dengan kondisi pasar terbaik.

Buyback Bukan Sekadar Serap Saham

Buyback kerap dibaca sebagai upaya teknis menahan harga. Namun untuk Astra, ceritanya lebih panjang.

Sebelumnya, perseroan telah menyerap ratusan juta saham dalam program buyback terdahulu.

Artinya, langkah ini bukan reaksi sesaat, melainkan bagian dari strategi modal yang terukur.

Bagi investor, buyback mencerminkan dua pesan utama:

  • Manajemen menilai saham ASII berada di bawah nilai wajarnya, dan
  • Arus kas perusahaan cukup kuat untuk mendukung aksi korporasi tanpa mengganggu operasional inti.

Efek Psikologis ke Pasar

Dalam kondisi pasar yang mudah goyah oleh sentimen global—mulai dari arah suku bunga hingga ketegangan geopolitik—aksi buyback dari emiten sekelas Astra punya efek psikologis yang tidak kecil.

Itu menjadi penanda bahwa pemain besar tidak panik, bahkan justru melihat peluang.

Relaksasi regulator sendiri membuka ruang bagi emiten untuk bertindak lebih cepat dan agresif menjaga stabilitas harga sahamnya. Astra tampak siap memanfaatkan ruang tersebut.

Investor Menunggu Timing

Kini, bola ada di tangan manajemen. Pasar menunggu: kapan buyback dimulai, berapa nilai maksimalnya, dan bagaimana dampaknya terhadap likuiditas saham ASII di bursa.

Satu hal yang jelas, Astra tidak berdiri sebagai penonton. Di tengah pasar yang belum sepenuhnya ramah, ASII memilih bergerak—tenang, terukur, dan penuh perhitungan. (*)