
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 245,02 poin atau 4,2% ke 5.594 pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026).
Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat anjlok 8,73%. Pelemahan tersebut juga diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 13,78 triliun sepanjang periode yang sama.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan koreksi IHSG cukup signifikan dan masih didominasi oleh tekanan jual yang relatif cukup besar.
Dari sisi sentimen, Herditya mencermati adanya outflow asing secara tahun berjalan mencapai Rp 57.63 triliun. Di sisi lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 1,3% selama sepekan ini.
Pasar Keuangan Domestik Tertekan, Ini Strategi Investasi yang Bisa Dilakukan Investor
“Pelemahan pasar diperkirakan dipicu oleh menurunnya kepercayaan investor global terhadap kebijakan yang terjadi di Indonesia,” kata Herditya, kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menambahkan beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintahan dan rumor pasar yang direspon negatif oleh pasar kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia.
Diantaranya adalah revisi Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang memicu kehawatiran mengenai potensi gangguan terhadap independensi lembaga keuangan.
Sementara itu Kementerian Keuangan melaporkan realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180.4 triliun atau 0,7% dari Produk Domestik Bruto, dari defisit Rp20.9 triliun (0,09% dari PDB) pada periode sama tahun 2025.
Meskipun demikian defisit tersebut masih di bawah target defisit tahun 2026 yang mencapai Rp689.1 triliun atau 2,68% dari PDB.
Selanjutnya, rupiah ditutup melemah 0.46% pada level Rp18,049 per dolar AS. Berlanjutnya pelemahan rupiah ini memicu spekulasi Bank Indonesia akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat dari RDG yang terjadwal pada 17 Juni-18 Juni 2026 mendatang.
Investor Wajib Kelola Kualitas Portofolio hingga Manajemen Risiko saat Pasar Tertekan
Untuk perdagangan Senin (8/6/2026), Herditya perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 5.517 dan resistance 5.734. Menurutnya, sentimen yang terjadi pada pekan ini masih akan berlanjut di pekan depan.
Untuk rekomendasi saham, Herditya memilih ANTM di target harga Rp 3.020-Rp 3.200, BRMS pada level Rp 610-Rp 660, dan MBMA dengan target Rp 472-Rp 520.
Sementara itu, Valdy bilang investor akan mencermati sejumlah data penting pada pekan depan, antara lain data cadangan devisa bulan Mei 2026 di Senin (8/6), consumer confidence Mei 2026 di Rabu (10/6) dan retail sales April 20206 di Kamis (11/6/2026).
“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5,500 pada pekan depan,” jelas Valdy.