Bahana TCW Investment catatkan dana kelolaan Rp 89 triliun hingga April 2026

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) mencatat dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) lebih dari Rp 80 triliun hingga April 2026. Capaian ini menjadi cerminan tingginya kepercayaan investor, baik dari kalangan institusi maupun ritel, yang tetap memilih menempatkan dana mereka di tengah volatilitas pasar modal domestik. 

Plt. Presiden Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Danica Adhitama mengatakan bahwa keberhasilan mempertahankan dana kelolaan di level yang solid ini tidak terlepas dari tingginya minat pasar terhadap produk-produk investasi yang menawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian.

“Hingga April 2026, Bahana TCW berhasil membukukan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 89 triliun,” ujar Danica dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

Singaraja Putra (SINI) Akan Eksekusi Rights Issue, Potensi Raup Dana Rp 3,61 Triliun

Danica menambahkan, kemampuan perusahaan dalam menavigasi portofolio investasi sangat ditentukan oleh ketepatan strategi pengelolaan aset. Bahana TCW menerapkan pendekatan analitis komprehensif yang menggabungkan metode top-down dan bottom-up. Melalui analisis top down, perusahaan secara cermat memetakan kondisi makroekonomi global, arah kebijakan bank sentral utama, hingga indikator ekonomi domestik. 

Langkah ini kemudian dipadukan dengan analisis Bottom-Up yang mendalam guna membedah fundamental setiap perusahaan atau efek, sehingga perusahaan hanya memilih kelas aset terbaik yang memiliki tingkat risiko paling terukur. 

“Strategi ini dinilai sangat relevan karena kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah serta dinamika geopolitik global. Karena itu, selain berfokus pada kualitas aset, kami juga mengedepankan disiplin manajemen risiko, diversifikasi portofolio, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pengambilan keputusan investasi” jelas Danica. 

Dengan pendekatan tersebut, Bahana TCW menatap sisa tahun ini dengan optimisme. Perusahaan membidik target pertumbuhan dana kelolaan (AUM) sebesar 5% hingga akhir tahun 2026. Target yang terukur ini didasarkan pada proyeksi pemulihan ekonomi domestik yang dipercaya tetap kuat, didorong inflasi yang terjaga di dalam negeri, yang diharapkan dapat mengompensasi tekanan eksternal. 

Rupiah Spot Melemah 0,34% ke Rp 17.900 per Dolar AS Rabu (3/6) Pagi, Terlemah di Asia

Danica juga melihat setelah penyesuaian tingkat suku bunga yang dilakukan BI pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20 Mei 2026 dengan menaikkan BI Rate menjadi 5,25%, produk reksadana pasar uang milik Bahana TCW menjadi penopang utama pertumbuhan. Investor cenderung melakukan rotasi aset ke instrumen yang lebih defensif namun tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif, yang kemudian berhasil diakomodasi dengan baik oleh variasi produk perusahaan.