BEI masih koordinasi dengan Kemenkeu terkait financial reporting single window

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk pelaporan keuangan melalui Platform Bersama Pelaporan Keuangan (PBPK) atau Financial Reporting Single Window.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menuturkan divisi penilaian perusahaan BEI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait rencana pelaporan keuangan single window tersebut.

“Sekarang masih koordinasi ya [dengan Kemenkeu]. Kami belum tahu teknisnya, nanti disampaikan ya,” ujar Jeffrey pekan lalu. 

: BEI Suspensi Saham Pelayaran HUMI, LEAD, hingga SOCI Usai Harga Melonjak

Sebelumnya, Jeffrey juga menuturkan kebijakan ini menjadi bagian dari modernisasi tata kelola pelaporan keuangan nasional. Jeffrey menuturkan BEI mendukung financial report single window tersebut.

Sebagaimana diketahui, mulai 2027, pemerintah mewajibkan entitas pasar modal menyampaikan laporan keuangan ke Platform Bersama Pelaporan Keuangan (PBPK). Kewenangan pengelolaan platform ini langsung di bawah Menteri Keuangan (Menkeu).

: : Menkeu Purbaya: Direksi Baru BEI Harus Berani Basmi Saham Gorengan

Poin tentang integrasi data laporan keuangan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 43/2025 tentang Pelaporan Keuangan, sebagai aturan pelaksana dari Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Masyita Crystallin mengatakan regulasi ini dirancang untuk memperkuat fondasi tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

: : Insentif Bursa Menanti, Purbaya Bakal Pantau Upaya OJK–BEI Berantas Saham Gorengan

Tujuannya, laporan keuangan yang dihasilkan entitas bisnis dapat menjadi rujukan andal, baik untuk pengambilan keputusan korporasi maupun perumusan kebijakan publik.

“Melalui PP ini, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem pelaporan keuangan yang saling terhubung, terstandar, dan konsisten di seluruh sektor, sehingga kualitas data keuangan nasional semakin meningkat,” ujar Masyita dalam keterangannya.