
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Emiten milik grup Bakrie, PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) akhirnya buka suara terkait penghentian sementara atau suspensi dalam rangka cooling down perdagangan sahamnya oleh Bursa Efek Indonesia yang dilakukan pada 23 April 2026.
Direktur Utama ANTV Ahmad R. Widarmana menjelaskan bahwa suspensi cooling down tersebut merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar dalam rangka menjaga perdagangan saham yang teratur, wajar, dan efisien, menyusul peningkatan harga saham MDIA yang signifikan dalam waktu singkat.
Saham MDIA mencatat pergerakan yang signifikan pada April 2026, dengan harga sempat mencapai Rp156 per saham sebelum ditutup pada Rp144 pada 22 April 2026.
“Perseroan menyampaikan bahwa dinamika pergerakan harga saham di pasar modal pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, termasuk sentimen pasar, kondisi makroekonomi, serta persepsi investor terhadap industri secara keseluruhan,” jelasnya, Selasa (24/4/2026).
: 10 Top Gainers Sepekan, Saham DEFI, WBSA hingga MDIA Masuk Daftar
Pria yang akrab disapa Ari Ahmad tersebut juga memastikan tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham. Seluruh kewajiban keterbukaan informasi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal.
“Kami juga berkomitmen untuk terus menjaga transparansi, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan guna memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan investor agar tidak terbawa spekulasi tanpa dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Kinerja Operasional Jadi Penopang
Kinerja operasional MDIA diklaim justru menunjukkan tren positif, terutama dari unit usaha utamanya, ANTV. Stasiun televisi ini mencatat peningkatan pangsa pemirsa (TV Share) yang cukup signifikan.
Pada April 2026, TV Share ANTV mencapai 7,2%, melonjak dari rata-rata 4,9% pada kuartal IV 2025. Peningkatan ini didorong strategi konten yang lebih terarah, khususnya menyasar segmen perempuan (female-oriented audience), yang dikenal memiliki pengaruh besar terhadap keputusan konsumsi rumah tangga.
Selain itu, kekuatan ANTV juga terlihat dari penetrasi di luar Pulau Jawa. Secara nasional, ANTV hadir di 18 provinsi dan mencatatkan performa kuat di berbagai wilayah. Di pasar Non-Jawa, ANTV menempati posisi kedua dengan TV Share 10,5%.
Bahkan, ANTV berhasil menjadi pemimpin pasar di Bali dan Nusa Tenggara dengan TV Share 15,9%, serta di Sumatera bagian selatan sebesar 11,0%. Di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, ANTV juga konsisten berada di jajaran tiga besar.
Manajemen MDIA tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Strategi penguatan konten, ekspansi jangkauan pemirsa, serta konsistensi menjaga kualitas operasional diyakini akan menjadi motor pertumbuhan ke depan.
Pada kuartal III/2026, MDIA tercatat membukukan rugi bersih sebesar Rp10,8 miliar. Menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang berhasil mencetak keuntungan sebesar Rp100,6 miliar.
Pendapatan MDIA juga turun tipis pada kuartal III/2025 secara tahunan sebesar 3,8% menjadi Rp465,3 miliar. Membandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya senilai Rp483,5 miliar.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.