
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan melambat pada April 2026 dipicu melambatnya pertumbuhan simpanan korporasi.
Berdasarkan data BI yang rilis Jumat (22/5/2026), pertumbuhan DPK pada April 2026 tercatat sebesar 9,5% secara tahunan (year on year/yoy) dengan total mencapai Rp 9.567,7 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 sebesar 10,7% yoy.
Perlambatan DPK terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan giro yang tercatat sebesar 15,9% yoy pada April 2026, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 21,2% yoy.
BI Optimistis Kredit Perbankan Tetap Tumbuh Meski Yield SRBI Tinggi dan BI Rate Naik
Sementara itu, pertumbuhan tabungan dan simpanan berjangka justru mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, masing-masing tumbuh sebesar 8,9% yoy dan 4,6% yoy.
Berdasarkan kelompok nasabah, perlambatan DPK dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan simpanan korporasi dan nasabah lainnya.
DPK korporasi tumbuh sebesar 16,3% yoy pada April 2026, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,8% yoy. Sementara itu, DPK kelompok nasabah lainnya tumbuh 4% yoy, turun dibandingkan Maret 2026 sebesar 10,6% yoy.