BI Kepri: Metode 3D efektif tangkal uang palsu, ini cara ceknya

Ussindonesia.co.id , BATAM — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat dan pedagang mengoptimalkan transaksi non-tunai menggunakan QRIS selama Ramadan guna meminimalkan risiko peredaran uang palsu serta mempermudah aktivitas jual beli.

Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau Ronny Widijarto di Batam, Jumat, mengatakan penggunaan QRIS dinilai lebih praktis, aman, dan efisien, terutama saat perputaran ekonomi meningkat menjelang Idulfitri.

“Supaya tidak ribet, baik pedagang maupun masyarakat sebaiknya bertransaksi secara non-tunai atau menggunakan QRIS. Sekarang QRIS sudah sangat mudah,” ujar Ronny.

: BI Kepri Gelontorkan Rp2,9 Triliun Uang Layak Edar untuk IdulFitri 2026

Meski demikian, BI tetap mengingatkan masyarakat yang bertransaksi secara tunai untuk menerapkan metode sederhana 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, guna memastikan keaslian uang rupiah.

Menurut dia, dengan metode 3D, masyarakat sudah dapat mengenali ciri keaslian uang secara memadai tanpa memerlukan alat khusus.

: : Lengkap, Begini Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 dari Bank Indonesia

“Kalau pun bertransaksi dengan uang tunai atau kartal, 3D itu sudah sangat memadai. Uang palsu yang pernah kami temui tingkat kemiripannya tidak sampai 25 persen, masih jauh. Jadi dengan 3D saja sudah cukup,” katanya.

Ronny menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan penting dilakukan selama Ramadan karena aktivitas ekonomi masyarakat cenderung meningkat, termasuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan belanja kebutuhan Lebaran.

BI Kepri juga terus berkoordinasi dengan perbankan dan aparat penegak hukum guna meminimalkan potensi peredaran uang palsu di wilayah tersebut.

Dia menambahkan, masyarakat diimbau menukarkan uang hanya melalui lembaga resmi seperti perbankan atau layanan kas keliling BI agar terjamin keaslian dan kualitasnya.

Dengan optimalisasi transaksi digital serta peningkatan literasi ciri keaslian uang rupiah, BI berharap aktivitas ekonomi selama Ramadan dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Sebagai informasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) menemukan 1.045 uang palsu (Upal) di wilayah Kepri sepanjang Januari hingga Mei 2025.

“Temuan Upal tersebar di sejumlah wilayah seperti Lingga dan Tanjungpinang. Ini kami anggap serius, dan tetap kami tindak lanjuti secara menyeluruh bersama aparat penegak hukum,” kata Deputi Kepala KPw BI Kepri Adidoyo Prakoso di Batam, Rabu (11/2/2026).

Sepanjang Januari hingga Mei 2025, BI Kepri mencatat telah ditemukan sebanyak 1.045 lembar uang palsu, didominasi oleh pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.

Menurut Adidoyo, tren jangka panjang menunjukkan penurunan temuan Upal dari 2023 hingga 2025. Namun terjadi tren peningkatan temuan Upal dari bulan Maret hingga Mei 2025.

“Pada bulan Januari ditemukan 50 lembar, Februari 270, Maret 150, April 253 dan di bulan Mei ditemukan 282 lembar,” kata dia.

Dia juga menjelaskan bahwa BI Kepri menerima laporan Upal melalui dua jalur, yakni perbankan dan langsung dari masyarakat.