
Ussindonesia.co.id , Batam — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memberi dampak terhadap perekonomian Indonesia, khususnya Batam, melalui kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.
Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto mengatakan secara rasional kawasan Timur Tengah memiliki peran vital dalam pasokan energi dunia. Salah satu jalur krusial adalah Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global.
“Kalau terjadi gangguan di kawasan itu, implikasinya pasti ke harga BBM dunia. Dampaknya bisa sampai ke Batam dan Indonesia secara umum,” kata Rony di Batam, Selasa (3//3/2026).
: Inflasi Sumut Menanjak Jadi 4,71% pada Februari 2026, Dipicu Tarif Listrik dan Emas
Menurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan mendorong peningkatan biaya logistik dan berpotensi mengganggu arus ekspor-impor. Kondisi tersebut dapat memicu tekanan inflasi, terutama di daerah yang sangat bergantung pada kelancaran perdagangan dan distribusi barang seperti Batam.
Dia menjelaskan, Batam selama ini mencatat pertumbuhan tinggi pada sektor industri elektronik dan galangan kapal. Namun, sektor-sektor tersebut juga sensitif terhadap dinamika global, terutama terkait biaya energi dan logistik.
: : Begini Penyaluran MBG di Sumsel Saat Libur Lebaran 2026
“Ekspor-impor bisa terganggu, ongkos logistik naik. Ini tentu menjadi perhatian karena bisa berdampak pada harga-harga di dalam negeri,” ujarnya.
Di sisi lain, Rony menilai terdapat potensi keuntungan bagi daerah penghasil komoditas seperti kelapa sawit dan batu bara, terutama di Kalimantan, apabila harga energi dan komoditas global meningkat.
: : Pemprov Sumut Buka Mudik Gratis Idulfitri 2026, Daftar di Sini!
“Kalau harga energi naik, biasanya harga komoditas seperti sawit dan batu bara ikut terdorong. Daerah yang punya komoditas itu bisa menikmati kenaikan,” katanya.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa kenaikan harga energi secara luas tetap berisiko terhadap stabilitas inflasi nasional. Dampak lanjutan berupa kenaikan harga barang dan jasa dapat menekan daya beli masyarakat.
“Ini yang harus diwaspadai. Kenaikan BBM biasanya merambat ke mana-mana dan bisa berdampak pada inflasi. Itu tentu menjadi risiko bagi Batam dan Indonesia,” kata Rony.
BI Kepri, akan terus memantau perkembangan global serta memperbarui proyeksi ekonomi daerah guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan terhadap pertumbuhan dan stabilitas harga.
“Kami akan pantau bagaimana dampaknya untuk Indonesia,” tutup dia.