
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Konglomerat Sabana Prawirawidjaja dilaporkan telah menambah kepemilikannya di saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) pada akhir 2025.
Dengan begitu, secara kumulatif Sabana menambah ratusan juta lembar saham ULTJ sepanjang 2025.
Aksi Sabana pada akhir tahun lalu itu terungkap dari keterbukaan informasi yang disampaikan ULTJ tentang laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 6 Januari 2026.
: Ultra Jaya (ULTJ) Bicara Dampak Program MBG terhadap Pendapatan
Konglomerat pemilik ULTJ itu terpantau menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 700.000 lembar melalui transaksi pembelian tidak langsung. Transaksi tersebut dilakukan pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp1.440 per saham dan bertujuan untuk kepentingan bisnis.
Dengan transaksi tersebut, jumlah saham yang dimiliki Sabana meningkat dari 5.527.219.300 saham menjadi 5.527.919.300 saham. Meski demikian, porsi hak suara tetap berada di level 53,16%, tidak berubah dibandingkan sebelum transaksi.
: : IHSG Berpeluang Rebound ke 8.539, Saham BUVA, PTRO hingga ULTJ Layak Dicermati
Dalam catatan Bisnis, Sabana Prawirawidjaja juga terus memborong ratusan juta lembar saham ULTJ pada tahun lalu.
Pada 21 Agustus 2025 misalnya, Sabana terekam memperbesar kepemilikan di ULTJ usai memborong 120.000 lembar saham. Setelah transaksi, kepemilikan naik menjadi 5,52 miliar lembar atau setara dengan 53,16%.
: : Adu Kuat Emiten Konsumer ULTJ, MYOR Cs saat Daya Beli Jadi Momok
Hingga saat itu, jumlah saham ULTJ yang dipegang oleh Sabana telah bertambah 350 juta lembar pada periode berjalan 2025. Sabana tercatat baru memegang 5,17 miliar lembar saham ULTJ pada akhir 2024.
Adapun, berdasarkan data terminal Bloomberg, Sabana secara kumulatif menambah sebesar 351 juta lembar saham ULTJ sepanjang 2025. Modal rata-rata atau cost basis per share yang dirogoh Sabana untuk saham ULTJ tercatat di kisaran Rp1.290,27 per saham.
Sebagai catatan, Sabana Prawirawidjaja menambah 1,62 miliar saham ULTJ sepanjang 2024, setelah pada 2023 secara akumulasi melepas 1,59 miliar saham perusahaan yang dikenal sebagai pionir produsen susu UHT di Indonesia itu.