BSA Logistics (WBSA) IPO hari ini, oversubscribe lebih dari 386 kali

Emiten penyedia jasa logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode emiten WBSA akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (10/4). Perseroan menjadi emiten pertama yang melantai di BEI pada 2026 ini. 

Aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tersebut mendapat sambutan tinggi dari investor. Hal ini tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribe) antrian IPO.

“Mendapat sambutan meriah dari Investor melalui Penawaran Umum yang mencapai oversubscribe sebesar 386,86 kali,” seperti yang dikutip dari keterangan resmi WBSA, Jumat (10/4).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan oversubscribe IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yakni sebanyak 318,69 kali. 

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 168 per saham. Dengan harga tersebut, BSA Logistics Indonesia berpotensi meraih dana segar hingga Rp 302,4 miliar. Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 1,80 miliar saham baru atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam proses IPO, perseroan menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT Semesta Indovest Sekuritas, dan PT Indo Capital Sekuritas.

Adapun BSA Logistics Indonesia didirikan pada 2021. Perseroan merupakan perusahaan logistik terpadu yang melayani rantai pasok domestik dan internasional, mencakup angkutan darat, freight forwarding laut dan udara, serta pergudangan. 

Dari sisi struktur kepemilikan, sebelum IPO saham perseroan mayoritas dimiliki Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. sebesar 99,69%. Setelah IPO, kepemilikan publik akan mencapai 20,75%, sementara pemegang saham lama terdilusi.

Setelah IPO, perusahaan berencana membagikan dividen kas maksimal 10% dari laba bersih mulai tahun buku 2027. Manajemen perusahaan menyebut pembagian dividen itu dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan keputusan RUPS. 

Tak hanya itu besaran dividen akan ditentukan dalam RUPS Tahunan berdasarkan kinerja dan rencana bisnis. Perseroan juga berpeluang membagikan dividen lebih besar atau dividen interim, dengan persetujuan Dewan Komisaris.

Namun, kebijakan dividen ini tidak mengikat dan dapat berubah sesuai keputusan Direksi dan Pemegang Saham dalam RUPS. Sebelumnya, pada Oktober 2025, perseroan membagikan dividen saham senilai Rp 30 miliar melalui penerbitan 30.000 saham baru.