Bursa Asia bervariasi di pagi ini (14/1), indeks Nikkei Jepang kembali cetak rekor

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi hari ini. Rabu (14/1/2026) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melonjak 1,44% ke 54.322,41. Disusul, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,46% ke 26.971,97.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat menguat 0,2% menjadi 30.769,65 dan indeks Kospi menguat 0,34% ke 4.708,82. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah tipis 0,02% ke 8.806,5.

Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,35% ke 4.790,4 dan FTSE Malay KLCI turun 0,23% ke 1.704,33. 

Bursa Asia bervariasi dengan dengan indeks Jepang yang malah mencapai rekor tertinggi karena ekspektasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat menyerukan pemilihan umum sela, kemungkinan pada bulan Februari.

Cermati Rekomendasi Saham Astra International (ASII), Kinerja Tetap Solid di 2026

Jika diadakan, ini akan menjadi kali pertama Takaichi menghadapi pemilih Jepang dalam pemilihan umum.

Indeks Nikkei 225 naik hingga 1%, melampaui angka 54.000 untuk pertama kalinya, setelah naik lebih dari 3% mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa. Indeks Topix juga terus mendorong rekor tertinggi baru dan naik 0,6%.

Di sisi lain, yen Jepang juga melemah melewati angka 159 terhadap dolar, mencapai level terendah sejak Juli 2024, ketika otoritas Jepang turun tangan untuk menghentikan penurunan yen.

Pasar Asia lainnya mencerminkan kerugian di Wall Street semalam.

Semalam di pasar saham AS, ketiga indeks utama ditutup melemah karena investor bergulat dengan volatilitas akibat serangkaian proposal dari Presiden AS Donald Trump yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir.

Di mana indeks S&P 500 turun 0,19% karena investor menjual saham JPMorgan meskipun angka-angka yang dilaporkan lebih baik dari perkiraan. Diikuti, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,8% dan indeks Nasdaq Composite turun 0,1%.