
Ussindonesia.co.id SEOUL. Bursa Saham Korea Selatan mencatat rekor tertinggi pada Senin (23/2/2026), seiring reli saham-saham sektor chip dan otomotif yang mengangkat indeks, meski investor masih menunggu kepastian terkait tarif Amerika Serikat (AS).
Indeks acuan KOSPI naik 84,41 poin atau 1,45% menjadi 5.892,94, setelah sempat melambung hingga 2,12% ke level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap potensi perubahan tarif impor AS.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan akan menaikkan tarif sementara dari 10% menjadi 15% untuk impor dari seluruh negara, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan program tarif sebelumnya.
Bursa Saham Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi di Awal Perdagangan 2026
Menanggapi hal ini, Menteri Industri Korea Selatan, Kim Jung-kwan, mengatakan masih ada ketidakpastian mengenai pengembalian biaya tarif AS.
Data terbaru menunjukkan ekspor Korea Selatan meningkat 23,5% pada 20 hari pertama Februari dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wakil Menteri Keuangan Korea Selatan, Lee Hyoung-il, menegaskan bahwa otoritas akan terus memantau pergerakan pasar keuangan.
“Isu terkait tarif Trump dapat meningkatkan volatilitas secara sementara minggu ini,” ujar Han Ji-young, analis di Kiwoom Securities.
Bursa Saham Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi, Ditopang Saham Samsung Electronics
Saham-saham unggulan menunjukkan pergerakan positif. Samsung Electronics naik 2,79%, SK Hynix bertambah 2,11%, Hyundai Motor melonjak 3,93%, dan Kia Corp meningkat 0,76%. Sementara itu, LG Energy Solution turun 0,62%, POSCO Holdings melemah 0,63%, dan Samsung BioLogics naik 0,86%.
Di sisi perdagangan asing, investor asing tercatat sebagai penjual bersih saham senilai 390,4 miliar won atau sekitar 271 juta dolar AS. Mata uang won menguat ke 1.441,1 per dolar AS, meningkat 0,38% dibanding penutupan sebelumnya di 1.446,6.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tiga tahun turun 1,4 basis poin menjadi 3,135%, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun berkurang 3,0 basis poin menjadi 3,544%.