Dipanggil Prabowo ke Istana Negara, Gubernur BI pede rupiah stabil

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar akan kembali stabil.

Hal tersebut disampaikan Perry usai gelaran rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (18/5/2026).

“[Nilai tukar rupiah] yakin stabil,” katanya setelah ditanyai wartawan terkait kondisi pelemahan nilai tukar rupiah.

: Purbaya Optimistis Tekanan Rupiah Akan Mulai Berkurang

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah telah ambrol sejak awal 2026. Berdasarkan data Trading View, rupiah ditutup melemah sebesar 1,12% ke level Rp17.655 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026).

Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (18/5/2026), Perry juga mengatakan bahwa rupiah yang saat ini di level melampaui Rp17.600 masih di bawah nilai fundamentalnya (undervalue) yaitu Rp16.500 sebagaimana asumsi makro APBN. 

: : Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar, Ini Respons Purbaya Soal Prabowo

Pada UU APBN, rupiah ditargetkan pada level Rp16.500 atau bergerak di kisaran Rp16.200 sampai Rp16.800 per dolar AS. Nilai fundamental rupiah tersebut ditentukan sejalan dengan berapa tingkat inflasi hingga pertumbuhan ekonomi pada tahun yang sama. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia saja tumbuh 5,61% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I/2026.  

“Karena sesuai makronya rata-rata Rp16.500, batasannya Rp16.800, kami bisa bawa ke sana. Seasonality-nya April, Mei, Juni karena [dolar] demand-nya lagi tinggi. Seperti itu, dan nanti Juli, Agustus akan menguat, sehingga secara keseluruhan kami masih ke sana,” terangnya di hadapan Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). 

: : Momen Prabowo Singgung Soal Dolar ke Purbaya

Menurut Perry, kendati rupiah sudah berada di level Rp17.600 hari ini, rata-rata secara tahun berjalan atau year to date (YtD) masih sebesar Rp16.900. Dia tidak menampik bahwa nilai rata-rata ini juga masih melampaui kisaran fundamental rupiah seharusnya.  

Berdasarkan perhitungan BI, deviasi nilai tukar rupiah saat ini masih 5,4%. Bagi bank sentral, ini adalah level yang masih dianggap stabil. 

“Stabilitas bukan level, tetapi adalah bagaimana naik turunnya, yang kami dekati adalah standar deviasi yang rolling selama 20 hari,” jelasnya.  

Oleh sebab itu, Perry meyakini rupiah masih berpotensi kembali ke level rata-rata potensialnya yaitu dalam rentang Rp16.200 sampai Rp16.800. 

Dia memperkirakan rupiah akan mulai menguat pada Juli-Agustus, seiring dengan selesainya musim haji, repatriasi dividen korporasi serta pembayaran utang luar negeri.