Dividen PDAM Nunukan Tembus hingga Rp 2,6 Milliar di 2025,Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Ringkasan Berita:

  • Perumda Tirta Taka menyetor dividen tertinggi sebesar Rp2,64 miliar untuk tahun 2025, melonjak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
  • Kenaikan dipicu oleh absennya musim kemarau (stok air stabil), perluasan jaringan, serta efisiensi biaya operasional perusahaan.
  • Bupati menegaskan capaian finansial ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan air bersih bagi masyarakat.

Ussindonesia.co.id NUNUKAN – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, Perumda Tirta Taka, sukses mencetak lonjakan dividen yang luar biasa pada tahun 2025.

Tak tanggung-tanggung, dividen yang luar biasa ini diserahkan langsung kepada Bupati Nunukan Irwan Sabri mencapai Rp 2,64 miliar, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dividen diserahkan langsung oleh Direktur Utama Perumda Tirta Taka Nunukan, Arpiansyah, kepada Bupati Nunukan, Irwan Sabri. 

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Hermanus, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Nunukan Raden Iwan Kurniawan, Wakil Ketua DPRD Nunukan Arpiah, para asisten Pemkab Nunukan, Kepala Bagian Ekonomi, serta jajaran Perumda Tirta Taka. 


Direktur Perumda Tirta Taka, Arpiansyah, mengungkapkan lonjakan ini bukan tanpa alasan. 

Salah satu faktor kunci ternyata adalah tidaknya terjadi musim kemarau sepanjang 2025.

“Pemakaian pelanggan kembali normal, pendapatan naik, biaya lebih stabil,” ungkapnya.

Tak hanya itu, peningkatan kinerja pegawai serta perluasan jaringan air bersih juga ikut menyumbang kenaikan signifikan ini.


Menariknya, Nunukan dikenal sebagai daerah yang tidak memiliki sumber air baku alami. Selama ini, pasokan air hanya bergantung pada tampungan air hujan di embung.

Kondisi ini justru memaksa perusahaan untuk berinovasi, termasuk memperbanyak embung dan memperluas distribusi ke pelanggan baru.

Jika ditarik ke belakang, titik awalnya berada di tahun buku 2021. 

Saat itu, kontribusi dividen yang diserahkan masih berada di kisaran Rp562 juta. 

Angka ini kemudian naik cukup signifikan pada 2022 menjadi Rp910 juta, memberi sinyal awal adanya perbaikan kinerja.

Tren positif berlanjut di tahun 2023, kini fividen kembali meningkat hingga menembus Rp1,26 miliar. 

Namun, laju itu sempat tertahan di 2024. Dampak musim kemarau yang berlangsung beberapa bulan membuat pendapatan perusahaan ikut tertekan, sehingga dividen turun ke angka Rp958 juta.

Situasi berbalik drastis di 2025. Tanpa gangguan kemarau, operasional perusahaan berjalan lebih stabil. 

Pemakaian air pelanggan kembali normal, bahkan meningkat seiring perluasan jaringan layanan. 

Hasilnya, dividen melonjak tajam lebih dari dua kali lipat, menyentuh Rp2,64 miliar, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Direktur Perumda Tirta Taka, Arpiansyah, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan kombinasi dari peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya operasional. 

Selain itu, faktor alam juga sangat berpengaruh.

“Ketika tidak ada kemarau, distribusi air lebih stabil, konsumsi pelanggan meningkat, dan biaya bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menilai capaian tersebut sebagai indikator positif, namun ia mengingatkan agar peningkatan finansial tidak melupakan tujuan utama pelayanan publik.

“Keberhasilan ini harus sejalan dengan peningkatan kualitas layanan air bersih yang merata,” tegasnya.


Meski capaian ini membanggakan, Bupati Irwan Sabri mengingatkan agar keberhasilan ini tidak hanya berhenti pada angka.

“Yang terpenting adalah pelayanan air bersih makin merata dan mudah diakses masyarakat,” tegasnya.

Ia bahkan menyarankan agar dividen digunakan untuk peningkatan fasilitas dan kualitas layanan, meski tetap perlu koordinasi dengan pihak terkait.

(*)

Penulis: Fatimah Majid