
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah memiliki kapasitas terpasang untuk proyek geotermal sebesar 989 megawatt (MW) pada 2025 melalui sejumlah proyek pengembangan dan inisiatif optimasi.
Posisi dominan tersebut memberikan fondasi kuat bagi BREN untuk menangkap pertumbuhan permintaan listrik berbasis energi bersih di Indonesia. Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas menjadi sekitar 2,3 GW hingga 2,8 GW pada tahun 2032 melalui kombinasi optimalisasi aset eksisting, pengembangan proyek panas bumi baru (greenfield geothermal developments) dan ekspansi ke proyek energi angin.
PT Henan Putihrai Sekuritas (Henan Sekuritas) dalam laporan riset bertajuk “BREN: Indonesia’s Largest Geothermal Player”, menempatkan BREN sebagai pemain panas bumi terbesar di Indonesia. BREN tercatat mengoperasikan 910 MW kapasitas panas bumi di Jawa Barat yang merepresentasikan sekitar 38% pangsa pasar panas bumi nasional.
“Portofolio aset BREN didukung aset panas bumi berkualitas tinggi dengan kontrak jangka panjang bersama PLN. Hal ini bisa menghasilkan arus pendapatan yang stabil layaknya aset infrastruktur,” tulis tim riset Henan Sekuritas dikutip Jumat (29/5/2026).
Kinerja Barito Renewables (BREN) Moncer: Laba Capai US$ 43 Juta di Kuartal I-2026
BREN memperkuat ketahanan laba melalui karakteristik pembangkit baseload, faktor kapasitas yang tinggi dan struktur tarif yang diatur, sehingga mampu menjaga kinerja dalam berbagai kondisi dan siklus ekonomi.
Henan Sekuritas menilai BREN berada pada posisi yang diuntungkan dalam transisi energi Indonesia, sejalan dengan peta jalan 10 tahun PLN yang membuka peluang peningkatan permintaan listrik berbasis energi terbarukan.
Perusahaan diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba yang kuat, dengan PATMI tumbuh CAGR sekitar 35,7%, didorong ekspansi kapasitas dan leverage operasional dari pendapatan kontraktual bermargin tinggi.
Kinerja BREN juga dinilai solid berkat dukungan Barito Group, baik secara finansial maupun operasional, yang memperkuat ketahanan bisnis selama fase ekspansi.
Rebalancing MSCI Picu Ancaman Outflow, DSSA dan BREN Paling Terdampak
Dari sisi saham, tekanan harga dalam jangka pendek dianggap bersifat teknikal, bukan fundamental, sehingga dinilai sebagai peluang akumulasi pada valuasi yang lebih menarik.
Henan Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham BREN dengan target harga sekitar Rp3.890, mencerminkan potensi upside sekitar 63,4% dari harga penutupan 25 Mei 2026 di level Rp2.380. Valuasi ini juga dinilai masih menawarkan alpha sekitar 36,7% terhadap benchmark.
Secara keseluruhan, rekomendasi ini didasarkan pada prospek pertumbuhan kapasitas, kualitas aset panas bumi yang tinggi, serta posisi strategis BREN dalam sektor energi terbarukan Indonesia.