
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) memperluas jangkauan pasarnya melalui NEKA, merek usaha yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup. Ekspansi toko menjadi salah satu katalis pendorong kinerja ACES ke depan.
Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su melihat kinerja AZKO tetap resilien, didukung oleh ekspansi gerai tahunan yang agresif serta diversifikasi melalui konsep Neka Stores. Strategi ini memungkinkan perluasan jaringan dengan skala pembukaan yang lebih besar.
Tercatat hingga akhir tahun 2025, ACES telah membuka 10 toko Neka yang tersebar di sejumlah wilayah, yaitu Ahmad Yani Serang, Dramaga Bogor, Aria Putra Tangerang Selatan, Ciledug, Pinang Tangerang, Jalan Tengah Condet, Hankam Bekasi, Jatimakmur, Pandeglang, dan Meruyung Depok. Ekspansi ini dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan potensi pasar, karakter konsumen, serta kebutuhan lokal di setiap wilayah.
Manajemen menyampaikan bahwa ke depan ACES akan terus mengembangkan Neka melalui pembukaan toko di berbagai wilayah baru secara bertahap dan terarah.
Ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan aspirasi hidup dengan solusi belanja yang lebih dekat, praktis, relevan dan terjangkau bagi keluarga Indonesia.
Grab Borong 253 Juta Saham SUPA, Kepemilikan Tembus 15%
“Ekspansi gerai yang masif serta diversifikasi ke segmen baru melalui konsep Neka Stores menjadi katalis pertumbuhan kinerja perseroan ke depan,” ujar Harry kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).
Paulina Margareta, Analis Maybank Sekuritas mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang kuat dan tak terduga di lokasi-lokasi baru, membuka jalan bagi perluasan jaringan toko yang lebih cepat. Namun risiko kebijakan juga mesti dicermati, misalnya terdapat perubahan peraturan yang membatasi ekspansi toko perlengkapan rumah.
“Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan ACES sebesar 4% – 13% per tahun pada tahun 2025 -2027, didukung oleh perluasan area penjualan sebesar 4% – 7% per tahun,” ucap Paulina dalam risetnya pada 20 Februari 2026.
Paulina juga memperkirakan margin Earnings Before Interest and Taxes (EBIT) akan meningkat dalam kisaran 10,7% sampai 12,7% pada tahun 2025 – 2027 dari 11,9% pada tahun 2024. Hal ini karena inisiatif penghematan biaya operasional ACES melalui ekspansi di luar Jawa.
Permada Darmono, Analis UBS Sekuritas Indonesia juga mengingatkan potensi risiko yang dihadapi ACES. Diantaranya terkait pemilihan lokasi peluncuran toko yang buruk, pembayaran berlebih untuk properti dan tanah. Serta penyesuaian yang tidak terduga dalam biaya operasional.
Di sisi lain, Harry juga menilai bahwa tekanan daya beli masyarakat menjadi risiko utama bagi ACES, mengingat positioning perusahaan yang menyasar segmen middle to upper income.
Pelemahan konsumsi berpotensi menekan penjualan di toko yang sama alias same store sales growth (SSSG), terutama melalui penurunan traffic dan basket size pelanggan.
Menurutnya, dalam kondisi konsumen lebih selektif terhadap belanja non-esensial, produk discretionary seperti home improvement dan lifestyle cenderung dapat mengalami perlambatan permintaan.
Meski sejumlah hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan dan menjelang Idulfitri dapat berdampak pada kinerja ACES, terutama produk dekorasi, hadiah, dan kebutuhan rumah tangga yang sering dibeli saat momen tersebut berlangsung. “Namun, hal ini tidak berdampak selalu besar, tergantung kondisi daya beli konsumen,” ucap Harry.
ACES Chart by TradingView
Paulina memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ACES tahun 2025 masing – masing sebesar Rp 8,96 triliun dan Rp 819 miliar. Pendapatan dan laba bersih tahun 2026 diproyeksi mencapai Rp 9,92 triliun dan Rp 899 miliar.
Adapun hingga kuartal III-2025 pendapatan ACES hanya meningkat tipis 1,69% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 6,33 triliun dan laba bersih tercatat turun 16,21% yoy menjadi Rp 481,09 miliar.
Sementara pada tahun 2024, ACES mengantongi pendapatan sebesar Rp 8,58 triliun dan laba bersih Rp 892 miliar.
Paulina dan Harry Su merekomendasikan beli saham ACES dengan target harga masing – masing Rp 750 per saham dan Rp 680 per saham. Sementara Permada merekomendasikan netral saham ACES dengan target harga Rp 490 per saham.