Ekspansi township dan insentif pajak perkuat prospek BSDE, ini rekomendasi analis

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Prospek kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada tahun ini diperkirakan masih ditopang oleh sejumlah katalis positif, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun kekuatan model bisnis perseroan.

Research Analyst Bumiputera Sekuritas Muhammad Thoriq Fadilla menilai perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti berpotensi meningkatkan daya beli konsumen, khususnya untuk produk rumah tapak kelas menengah.

Seperti diketahui, pemerintah resmi memperpanjang insentif PPN DTP 100% untuk pembelian rumah tapak dan rusun hingga 31 Desember 2027. Kebijakan ini berlaku untuk harga rumah maksimal Rp5 miliar, dengan PPN yang ditanggung pemerintah maksimal pada bagian harga Rp2 miliar.

Stimulus ini secara historis terbukti mampu mendorong transaksi properti primer karena menurunkan harga efektif yang harus dibayar konsumen.

Laba Bumi Serpong Damai (BSDE) di 2025 Melorot 41,6% dan Penjualan Turun 7,3%

Selain itu, model bisnis township yang dikembangkan BSDE di kawasan BSD City juga dinilai menjadi keunggulan struktural dibandingkan pengembang lainnya.

“Kawasan kota mandiri ini memiliki ekosistem hunian, komersial, pendidikan, hingga lifestyle yang relatif lengkap, sehingga mampu menciptakan permintaan end-user yang lebih stabil dibanding proyek properti yang berdiri sendiri,” jelas Thoriq kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, pengembangan kawasan komersial seperti CBD BSD, kawasan digital, serta proyek mixed-use juga berpotensi meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income).

Hal ini pada akhirnya dapat memperkuat fundamental dan valuasi perusahaan dalam jangka panjang.

Senada, Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim berpandangan peluncuran proyek baru diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama pra-penjualan BSDE.

Pra-penjualan dari Nava Park di 2026 ditargetkan mencapai sekitar Rp 1 triliun atau naik 89% secara tahunan. Sementara itu, marketing sales dari kawasan Kota Wisata Cibubur diproyeksikan sebesar Rp 550 miliar atau meningkat 66% dibandingkan tahun sebelumnya.

Bumi Serpong Damai (BSDE) Pasang Target Marketing Sales Rp 10 Triliun di 2026

Pertumbuhan di Nava Park akan ditopang oleh peluncuran proyek Botanic Villa, yang diperkirakan berkontribusi sekitar Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar terhadap pra-penjualan.

Selain itu, BSDE juga berencana meluncurkan Nava Park 2, yakni township joint venture (JV) seluas 50 hektare bersama Astra Land yang dijadwalkan meluncur pada tahun ini.

Di luar proyek tersebut, BSDE juga menyiapkan peluncuran Kota Wisata Ecovia, township seluas 150 hektare yang dikembangkan melalui kemitraan dengan Sumitomo.

“Ke depan, potensi penjualan lahan JV masih cukup besar. Untuk proyek Hiera, BSDE masih memiliki sekitar 60 hektare lahan yang akan dijual secara bertahap hingga 2028 dengan potensi nilai penjualan sekitar Rp 1,8 triliun,” jelas Kevin dalam riset 26 Februari 2026.

Sementara itu, Nava Park 2 masih memiliki sekitar 25 hektare lahan yang belum terjual yang berpotensi menghasilkan tambahan penjualan hingga Rp 1,5 triliun.

Meski demikian, Thoriq mencermati dari sisi makroekonomi terdapat sejumlah faktor yang perlu dicermati pelaku pasar. Stabilitas suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) serta kebijakan relaksasi kredit properti dinilai tetap menjadi faktor penting yang dapat menjaga momentum permintaan properti di kawasan penyangga Jakarta.

  BSDE Chart by TradingView  

Namun, lonjakan inflasi pada Februari menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan. Inflasi tahunan tercatat mencapai 4,76%. Apabila tekanan inflasi terus meningkat, Bank Indonesia berpotensi melakukan penyesuaian suku bunga untuk menjaga stabilitas harga.

Kenaikan suku bunga tersebut berisiko memberikan tekanan terhadap sektor yang sensitif terhadap pembiayaan, khususnya perbankan dan properti.

Dengan berbagai sentimen dan katalis di atas, Thoriq merekomendasikan Buy on Weakness terhadap BSDE dengan target Rp 780 per saham. Adapun Kevin merekomendasikan Buy BSDE dengan target Rp 1.050 per saham.

Sementara Analis KB Valbury Sekuritas Steven Gunawan memberikan rekomendasi Buy saham BSDE dengan target harga Rp 1.000 per saham.