Emas tertekan suku bunga tinggi, harga turun tajam di tengah konflik global

Ussindonesia.co.id  NEW YORK. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (24/3/2026), dipicu ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang mendorong kekhawatiran inflasi.

Harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.389,26 per ons pada pukul 14.11 waktu New York, setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah sejak November.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April ditutup melemah 0,1% di level US$ 4.402,00.

Kenaikan tensi geopolitik, khususnya perang yang melibatkan Iran, telah mendorong lonjakan harga energi setelah terganggunya sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global melalui Selat Hormuz.

Reli Harga Emas Terjegal karena Peluang Penurunan Suku Bunga Kian Kecil

Kondisi ini meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

“Jika perang berlanjut dan harga energi terus naik, itu bukan kabar baik bagi emas,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.

Ia menambahkan, emas berpotensi tetap tertekan pada kuartal II, meski prospeknya dinilai dapat membaik menjelang akhir tahun seiring peluang pelonggaran kebijakan moneter dan pelemahan dolar AS.

Sebagai aset lindung nilai, emas cenderung kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik menunjukkan sinyal diplomasi. Perdana Menteri Pakistan menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik, sehari setelah Presiden AS Donald Trump menunda ancaman serangan terhadap fasilitas listrik Iran usai pembicaraan yang disebut “produktif”.

Harga Emas Global Turun karena Kekhawatiran Suku Bunga Naik

Analis Commerzbank menilai penurunan harga emas saat ini kemungkinan merupakan reaksi berlebihan, mencerminkan pergeseran tajam dari lonjakan harga di awal tahun.

Secara keseluruhan, harga emas spot telah turun lebih dari 21% sejak mencapai puncaknya pada 29 Januari di level US$5.594,82, dan merosot hampir 17% sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari.

Pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak naik 0,4% menjadi US$69,43 per ons, platinum menguat 1% ke US$1.900,13, sementara paladium turun 2,1% ke level US$1.403,75.