
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Penyedia indeks global MSCI mengumumkan pembekuan sementara terhadap sejumlah penyesuaian terkait saham Indonesia dalam indeks standar globalnya. Keputusan ini diambil setelah MSCI menyelesaikan konsultasi mengenai penilaian free float untuk pasar saham Indonesia.
Dalam pengumuman standar tertanggal 27 Januari 2026 pukul 21.24 waktu setempat, MSCI menyatakan akan membekukan seluruh peningkatan Faktor Inklusi Asing (Foreign Inclusion Factor/FIF) serta tidak menerapkan penambahan konstituen indeks untuk saham Indonesia pada Indeks Pasar Investasi MSCI. Selain itu, MSCI juga tidak akan melakukan migrasi ke atas di seluruh indeks berdasarkan segmen ukuran.
“Mengingat kekhawatiran tersebut di atas, MSCI akan menerapkan pembekuan sementara [untuk pasar modal Indonesia),” dikutip dalam pengumuman Rabu, (28/1/2026).
: Pesta Cuan Saham Grup Bakrie Awal 2026, BNBR Naik Lebih dari 60%
MSCI menjelaskan, langkah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi perputaran indeks serta memitigasi risiko investasi yang berkaitan dengan isu aksesibilitas dan klasifikasi pasar. Meski terdapat peningkatan kecil terkait perlakuan sementara yang diterapkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), MSCI menilai masih terdapat kekhawatiran yang perlu dicermati.
Sejalan dengan itu, MSCI menegaskan akan terus memantau perkembangan transparansi dan aksesibilitas pasar modal Indonesia. Jika tidak terdapat kemajuan yang dinilai memadai untuk memenuhi standar transparansi yang dibutuhkan, MSCI membuka kemungkinan dilakukannya pengurangan bobot saham Indonesia dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI.
: : Profil Feisal Hamka, Putra Mahkota Raja Tol Jusuf Hamka yang Rajin Tambah Saham CMNP
Bahkan, dalam skenario yang lebih jauh, MSCI menyebut potensi klasifikasi ulang Indonesia dari kategori Pasar Berkembang (Emerging Market) menjadi Pasar Perbatasan (Frontier Market) tetap menjadi perhatian.
Ramalan MSCI Hambat Harapan Pasar
: : Was-Was Menyambut Putusan MSCI, Saham Crazy Rich Penekan Laju IHSG
Sebelumnya dalam agenda normal Morgan Stanley Capital International (MSCI) dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan atau rebalancing indeks pada 10 Februari 2026, dengan tanggal efektif 1 Maret 2026. Bahkan, Samuel Sekuritas memperkirakan terdapat 11 saham Indonesia yang berpeluang masuk ke dalam indeks MSCI.
Dua saham diproyeksikan masuk ke MSCI Indonesia Global Standard, yakni PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). Dalam riset bertanggal 9 Januari 2026, Samuel Sekuritas mencatat BUMI memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$10,3 miliar dengan free float 28,3% serta likuiditas harian rata-rata US$36,7 juta. Masuknya BUMI ke indeks MSCI diperkirakan berpotensi menarik aliran dana asing sebesar US$180–US$300 juta.
Sementara itu, PANI tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$13,3 miliar dengan free float 15,9%. Meski likuiditasnya relatif lebih rendah dibandingkan BUMI, PANI tetap dinilai sebagai kandidat kuat dengan potensi foreign inflow di kisaran yang sama.
Adapun sembilan saham yang diperkirakan masuk ke MSCI Indonesia Small Cap meliputi PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), PT Timah Tbk. (TINS), PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).
Samuel Sekuritas menilai saham-saham tersebut telah memenuhi kriteria MSCI dari sisi kapitalisasi pasar, free float, dan likuiditas. Meski demikian, potensi aliran dana asing ke kategori Small Cap dinilai lebih terbatas dibandingkan Global Standard.
Di sisi lain, proses rebalancing juga berpotensi mengeluarkan sejumlah saham dari indeks. Saham INDF diperkirakan terdampak di MSCI Indonesia Global Standard, sementara AALI, MIDI, ACES, dan CLEO berpeluang keluar dari MSCI Indonesia Small Cap. Investor diminta mencermati potensi arus keluar dana asing menjelang pengumuman dan implementasi rebalancing.
Saham berpeluang masuk MSCI periode Maret 2026 menurut Samuel Sekuritas: No. Ticker Market Cap (US$ juta) Free Float (%) Current FF adj. (US$ juta) ADVT 1Y (US$ juta) Foreign Inflow Potential (US$ juta) Index 1 BUMI 10.339 28,3 2.924 36,7 180-300 MSCI Indonesia Global Standard 2 PANI 13.345 15,9 2.124 10,5 180-300 MSCI Indonesia Global Standard 3 DEWA 1.990 56,9 1.132 14,0 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 4 ISAT 4.180 16,4 685 2,3 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 5 ADMR 4.428 15,0 663 3,6 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 6 COIN 3.512 15,0 527 15,8 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 7 BIPI 638 75,7 482 1,6 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 8 BUVA 2.341 19,7 462 4,5 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 9 TINS 1.493 30,1 449 6,1 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 10 BULL 474 65,8 312 3,8 18-30 MSCI Indonesia Small Cap 11 SSIA 517 58,5 302 4,6 18-30 MSCI Indonesia Small Cap