Harga aluminium global naik, Indonesia siap raup untung dari bauksit

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga aluminium global mengalami kenaikan imbas dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. 

Melansir data Trading Economics, harga aluminium pada Jumat (6/3/2026) pukul 15.55 WIB naik 1,8% ke level US$ 3.339 per ton.

Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis untuk diuntungkan dari fenomena lonjakan harga aluminium global. 

SR024 Tawarkan Kupon hingga 5,90%, Seberapa Menarik Prospeknya?

Alasannya, Indonesia memiliki cadangan bauksit (bahan baku aluminium) yang melimpah ditambah adanya kebijakan hilirisasi yang mewajibkan pengolahan bijih di dalam negeri menjadi nilai tambah yang besar. 

“Selain itu, dengan beroperasinya berbagai kawasan industri hijau (seperti di Kalimantan Utara) yang menggunakan energi terbarukan untuk produksi aluminium, produk Indonesia berpotensi memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global yang mulai memprioritaskan “Green Aluminium,” ujar Wahyu saat dihubungi Kontan pada Jumat (6/3/2026). 

Sementara itu, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menambahkan beroperasinya fasilitas pemurnian seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. 

Smelter tersebut dapat mengonversi kekayaan bijih mentahnya menjadi alumina dan ingot dengan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Fenomena ini tidak hanya memperkuat neraca perdagangan nasional melalui kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetapi juga memicu aliran investasi asing ke sektor energi hijau dan manufaktur smelter yang lebih efisien untuk mengisi kekosongan pasokan akibat lumpuhnya produksi di Timur Tengah dan pembatasan kapasitas di China,”  kata Sutopo. 

Baik Wahyu maupun Sutopo sepakat bahwa Indonesia memiliki potensi keuntungan yang signifikan secara makroekonomi melalui peningkatan nilai ekspor dan percepatan hilirisasi bauksit domestik di tengah lonjakan harga aluminium global.

Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Gandeng Inflytek Dorong Pengembangan AI