
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Harga buyback emas Antam tercatat telah mengalami kenaikan 8,85% hingga hari ini Senin (18/5/2026).
Berdasarkan data Logam Mulia Senin (18/5/2026), harga buyback emas Antam turun Rp7.000 ke Rp2.569.000. Posisi itu menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.
Kendati demikian, harga buyback emas Antam tercatat telah mengalami kenaikan 8,85% pada periode berjalan tahun ini hingga Senin (18/5/2026).
: Ramalan Nasib Pergerakan Harga Emas Pekan Ketiga Mei 2026 Dibayangi Dolar AS
Sebagaimana diketahui, harga buyback emas Antam merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram. Pergerakan sejalan dengan mahar logam mulia di pasar global.
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
: : Bocoran WGC soal Investasi Emas RI Ketika Rupiah Bergejolak
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
: : Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 18 Mei 2026
Diberitakan Bisnis sebelumnya, harga emas menunjukkan prospek yang menjanjikan di awal pekan ini, tetapi logam mulia itu terus memburuk seiring berjalannya hari, dengan setiap kenaikan dibatasi oleh data inflasi yang lebih tinggi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, dan dolar AS yang lebih kuat, sementara risiko geopolitik hanya memberikan dukungan terbatas.
Harga emas spot memulai pekan ini dengan perdagangan di level US$4.687,50 per ons, tetapi pasar dengan cepat berbalik turun karena para pedagang mengalihkan fokus mereka dari permintaan aset safe-haven ke inflasi yang membandel, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, dan dolar AS yang lebih kuat.
Pergerakan besar pertama terjadi pada Selasa (12/5/2026), setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,6% pada April dan 3,8% secara tahunan, mendorong harga emas spot turun mendekati level US$4.700 karena pasar mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed.