Harga CPO Terangkat Pelemahan Ringgit dan Ekspor yang Meningkat

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga pada hari Senin (30/3), dengan harga bertahan di atas MYR 4.650 per ton. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (30/3), pelemahan ringgit mendukung sentimen, bersamaan dengan penguatan harga minyak sawit olein Dalian serta harga minyak kedelai di pasar Chicago. 

Ekspor yang kuat menambah momentum kenaikan harga, karena para surveyor kargo mencatat pengiriman 1-25 Maret 2026 melonjak 38-51% dari Februari 2026, mencerminkan permintaan yang kuat pasca-Idul Fitri. 

Kekhawatiran pasokan juga memberikan dukungan, dengan pemasok utama Indonesia mempercepat peluncuran biodiesel B50 dan membebani pajak ekspor April  2026 yang lebih tinggi. 

Kenaikan harga minyak mentah di tengah perang Iran semakin memperkuat sentimen. Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh permintaan yang lebih lemah dari pembeli utama India. Impor India pada Maret 2026 diproyeksikan sebesar 680.000 ton dibandingkan 847.689 ton pada Februari 2026. 

Regulator India juga memperpanjang penangguhan perdagangan derivatif dalam komoditas pertanian utama, termasuk minyak sawit mentah, hingga Maret 2027. Kehati-hatian tetap ada menjelang data PMI Maret di China, konsumen utama lainnya, yang dijadwalkan akan dirilis akhir pekan ini.