
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Di tengah momentum bulan Ramadan, harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terus naik pada Selasa (24/2/2026).
Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 3.068.000. Harga emas Antam itu naik Rp 40.000 jika dibandingkan dengan harga pada Senin (23/2/2026) yang berada di level Rp 3.028.000 per gram.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.854.000 per gram. Harga tersebut juga naik Rp 41.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Senin (23/2/2026) yang ada di Rp 2.813.000 per gram.
Analis PT Finex Bisnis Solusi Future Brahmantya Himawan menilai kenaikan harga emas yang kembali menembus Rp 3 juta per gram memang menggoda investor untuk melakukan profit taking, terutama bagi yang telah menikmati kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
OJK Segera Atur Influencer Saham, Pompom Bisa Disanksi Berat
Namun, ia mengingatkan keputusan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing.
“Bagi investor jangka pendek, profit taking parsial bisa menjadi strategi yang bijak untuk mengamankan keuntungan. Sementara investor jangka menengah-panjang bisa memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi,” ujar Brahmantyo kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, emas tetap relevan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan risiko inflasi. Karena itu, aksi ambil untung sebaiknya tidak dilakukan secara emosional.
Dari sisi katalis, Brahmantyo menjelaskan pergerakan emas Antam saat ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.
Secara global, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik dan perdagangan internasional menjadi pendorong utama. Harapan pemangkasan suku bunga cenderung menopang harga emas karena menurunkan opportunity cost aset non-yielding.
Selain itu, tensi geopolitik dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global juga menjaga permintaan aset safe haven tetap tinggi.
Widodo Makmur (WMUU) Rancang Right Issue, Siap Terbitkan 6,1 Miliar Saham Baru
Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut berperan penting. Pelemahan rupiah biasanya memperkuat harga emas domestik. Faktor musiman seperti Ramadan dan menjelang Lebaran juga kerap meningkatkan minat beli emas fisik di Indonesia.
“Pada dasarnya harga emas Antam merupakan refleksi dari harga emas global dan pergerakan rupiah,” jelasnya.
Ke depan, Brahmantyo memandang tren emas masih bias positif meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Jika ekspektasi pelonggaran moneter global bertahan dan ketidakpastian geopolitik belum mereda, harga emas berpotensi tetap didukung.
Meski begitu, investor perlu mewaspadai potensi koreksi teknikal setelah reli yang cukup kuat.
Untuk semester I 2026, Brahmantyo memperkirakan harga emas Antam berpeluang bergerak di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 3,3 juta per gram. Skenario bullish berpotensi terjadi apabila tekanan global meningkat atau rupiah mengalami pelemahan signifikan.
Brahmantya menekankan bahwa outlook emas masih positif, tetapi investor harus siap menghadapi fluktuasi.