
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atas perdagangan saham PT Hillcon Tbk. (HILL) pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026).
BEI mengumumkan suspensi saham dilakukan sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Hillcon Tbk. (HILL).
“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham HILL pada perdagangan tanggal 20 Februari 2026,” papar pengumuman Bursa.
: BEI Suspensi Saham EURO dan NZIA Hari Ini (11/2) Akibat Harga Terus Melonjak
Penghentian sementara perdagangan saham HILL tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Tujuannya ialah memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Hillcon Tbk. (HILL).
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” imbuh BEI.
: : Indointernet (EDGE) Bakal Delisting Sukarela dari BEI, Sahamnya Disuspensi
Saham PT Hillcon Tbk. (HILL) sebelumnya masuk radar pemantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah terjadi pergerakan harga saham dan pola transaksi yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).
Mengutip keterbukaan informasi BEI pada 13 Februari 2026, saham HILL mengalami penurunan harga saham di luar kebiasaan, dan BEI pun tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut.
: : BEI Suspensi 38 Emiten Imbas Tak Penuhi Aturan Free Float
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangannya.
Di lantai Bursa, saham HILL terpantau melemah 14,71% atau 10 poin ke level Rp58 pada penutupan perdagangan Kamis (19/2/2026). Banderol tersebut juga mencerminkan pelemahan 62,09% sepanjang tahun berjalan 2026.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.