IHSG berpotensi lanjut koreksi, cek saham rekomendasi analis, Senin (18/5)

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan usai libur panjang akhir pekan. 

Sentimen global dan domestik yang belum mereda diproyeksikan membebani pasar pada perdagangan Senin (18/5/2026), mulai dari dampak rebalancing indeks MSCI, konflik geopolitik Timur Tengah, hingga pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5), IHSG ditutup melemah 1,98% ke level 6.723,32. Di saat yang sama, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,53 triliun.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pasar saham masih dibayangi sejumlah faktor eksternal dan internal yang memicu tekanan jual di pasar.

IHSG Ambruk 5,2%, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan Terakhir

“Sentimen yang membayangi antara lain konflik geopolitik Timur Tengah, potensi foreign outflow pasca rebalancing MSCI, serta pergerakan rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya.

Tekanan terhadap IHSG juga dipicu hasil review kuartalan indeks MSCI yang menyebabkan sejumlah saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Index maupun Global Small Cap Index. 

Kondisi tersebut memicu penyesuaian portofolio investor asing dan meningkatkan volatilitas pasar.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, meski aksi jual asing masih terjadi, tekanan yang muncul sejauh ini relatif lebih terkendali dibandingkan kekhawatiran awal pelaku pasar.

“Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal karena sebagian pasar sudah lebih dulu mengantisipasi langkah MSCI,” kata Alrich.

IHSG Masih Rawan Koreksi, Ini 4 Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (13/5)

Ia menambahkan, status Indonesia yang masih bertahan sebagai bagian dari kelompok emerging market turut menjadi penopang sentimen positif bagi investor. Hal ini dinilai membantu meredam tekanan jual yang lebih dalam di pasar domestik.

Dari sisi teknikal, Alrich melihat indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram negatif, sementara stochastic RSI bergerak menuju area oversold. Kondisi ini menandakan tekanan bearish masih cukup kuat dalam jangka pendek.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support di kisaran 6.700 hingga 6.650.

Sementara itu, Herditya memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 6.682 dan resistance 6.789 pada perdagangan awal pekan. 

IHSG Masih Rawan Koreksi pada Senin (18/5), Ini Saham Pilihan Analis

Ia menilai tren pelemahan masih cukup rawan berlanjut apabila belum ada sentimen positif baru yang mampu mendorong minat beli investor.

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan investor mencermati sejumlah saham seperti DEWA, INDY, dan WIFI.