
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50% atau 41,39 poin ke level 8.322,22 pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Saham BIPI, BBRI, hingga INKP menguat sore ini.
Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 336 saham menguat, 335 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 8.259-8.373. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.940 triliun.
Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) tercatat menguat sore ini, dengan naik 17,78% ke level Rp318 per saham.
: IHSG Hari Ini (25/2) Dibuka Naik, Saham ASII, TLKM, Hingga BBCA Kompak Menguat
Demikian juga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 2,58% ke level Rp3.970 per saham.
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 16,5% ke level Rp12.000 per saham.
: : IHSG Rawan Koreksi Hari Ini (25/2), Cek Saham MBMA, TAPG, hingga WIRG
Saham-saham lain yang juga naik pada perdagangan hari ini adalah PTRO menguat 1,88% ke level Rp6.775, saham ANTM naik 1,83% ke level Rp4.460, dan saham TINS menguat 4,58% ke level Rp4.340 per saham.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan dari eksternal bursa regional Asia menguat, mengikuti tren positif Wall Street yang dipicu mulai meredanya spekulasi negatif pasar terhadap dampak disrupsi AI.
: : IHSG Diproyeksi Koreksi Lanjutan, Cermati Saham Hapsoro RAJA dan RATU
Di sisi lain, pejabat The Fed memberikan pandangan terkait kebijakan moneter, dengan Gubernur Lisa Cook menyoroti risiko kenaikan tingkat pengangguran akibat adopsi teknologi ini, sementara Gubernur Fed Christopher Waller cenderung optimistis dan menilai dampaknya tidak akan memberikan guncangan signifikan terhadap pasar tenaga kerja.
Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung hari ini untuk mendapatkan petunjuk kebijakan lebih lanjut.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa akan memperpanjang masa penempatan dana Rp200 triliun di bank, semula jatuh tempo 13 Maret 2026 menjadi September 2026.
Purbaya menyampaikan akan memperpanjang suntikan likuiditas ke bank selama enam bulan lagi, dengan dukungan bank sentral, untuk menjaga stabilitas keuangan menjelang perayaan Idul Fitri.
Di sisi lain perpanjangan tersebut memberikan sentimen positif akan kondisi likuiditas perbankan terjaga. Hal tersebut meningkatkan penetrasi perbankan ke pasar keuangan dan likuiditas terjaga dengan baik.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.