IHSG hari ini (28/2) terdorong saham AMMN, PANI, hingga BMRI ke zona hijau, dibuka naik jadi 8.322

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (26/2/2026) dibuka menguat ke 8.322,91. Seturut hal itu, saham big caps seperti AMMN, TPIA, PANI, hingga BMRI kompak melaju di zona hijau. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik tipis 0,01% atau 0,68 poin ke level 8.322,91 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.314,48 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.358,95.

Tercatat, sebanyak 263 saham menguat, lalu 174 saham terkoreksi, dan 224 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp14.943,85 triliun.

: Harga Emas Antam Hari Ini (26/2) di Butik LM, per Gram Rp3,03 Juta

Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar 1,37% ke Rp7.400 dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tumbuh 1,08% ke Rp7.000 per saham. 

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga meningkat 0,76% menuju level Rp9.975 per saham dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat penguatan sebesar 0,47% menjadi Rp5.325 per saham. 

: : Saham BIPI Naik Tinggi Usai Keluarga Bakrie Borong Rp984 Miliar, Intip Profil Astrindo Nusantara

Pratama Abadi Nusa Industri Tbk. – TradingView

Sebaliknya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dibuka melemah sebesar 1,94% menjadi Rp3.530 dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menyusul dengan penurunan 0,81% ke level Rp83.025 per saham. 

Lebih lanjut, saham top gainers hari ini meliputi saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk. (SSTM) yang melesat 14,29% ke Rp1.080 dan saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) naik 13,50% ke Rp185 per saham. 

: : Strategi Bos Fore (FORE) Pacu Bisnis Kopi di Kota Besar Hingga Wilayah Penyangga

Sementara itu, saham paling boncos atau top losers dihuni saham PT Indospring Tbk. (INDS) yang turun 14,95% menjadi Rp1.280 dan saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) turun 9,40% ke Rp2.120 per saham.

Hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak di level 8.250 hingga 8.350. Sinyal teknikal menunjukkan potensi konsolidasi meski sentimen global positif.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG masih mampu bertahan di atas MA5 dan MA20. Namun, sejumlah indikator menunjukkan mulai adanya tekanan jenuh beli.

“Indikator Stochastic RSI telah berada pada area overbought, dengan MACD mulai menunjukkan penyempitan pada slope positif, sehingga IHSG berpotensi konsolidasi,” ujar Valdy dalam publikasi riset harian. 

Pada perdagangan kemarin, Rabu (25/2), IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 8.322. Penguatan tersebut ditopang oleh rebound di Wall Street serta apresiasi mayoritas indeks di bursa Asia. Sektor kesehatan dan konsumer siklikal menjadi motor utama penguatan masing-masing sebesar 2,73% dan 2,71%.

Selain faktor domestik, Valdy menyebutkan pelaku pasar tengah mencermati sentimen dari pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump menyoroti kebijakan ekonomi domestik, termasuk pembentukan program pensiun yang didukung pemerintah serta upaya pengendalian inflasi.

Dari Eropa, investor menantikan rilis data Economic Sentiment Euro Area bulan Februari yang diperkirakan sedikit meningkat ke level 99,5. Dari AS, fokus pasar tertuju pada data Initial Jobless Claims yang diprediksi naik menjadi 210.000. “Penguatan indeks di bursa global berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks hari ini,” pungkas Valdy.

Seiring proyeksi tersebut, Phintraco Sekuritas menetapkan titik resistance IHSG hari ini di level 8.400, dengan pivot pada 8.350, dan support di level 8.200.

Untuk perdagangan hari ini, Valdy merekomendasikan sejumlah saham yang masuk dalam top picks, di antaranya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Elnusa Tbk. (ELSA), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Sentul City Tbk. (BKSL), dan PT Astra International Tbk. (ASII).

Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,21% ke level Rp16.780 per dolar AS pada perdagangan kemarin diharapkan dapat memberikan stabilitas tambahan bagi pergerakan pasar modal domestik hari ini.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.