Indeks Bisnis-27 dibuka menguat, terdorong saham MEDC, BUMI hingga BRPT

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026). Sejumlah saham yang tergabung dalam indeks, seperti MEDC, BUMI, hingga BRPT menjadi pendorong laju indeks pada pembukaan perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 0,37% ke level 562,11 hari ini. Dari 27 konstituen, sebanyak 18 saham menguat, 3 melemah, dan 6 saham stagnan.

Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 5,34%, diikuti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 1,30%, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 1,29%.

Selain itu, penguatan juga dialami oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik 1,27%, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menguat 1,25%, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 1,03%, dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 1,00%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turut menguat 0,93%, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 0,71%, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menguat 0,71%, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 0,57%.

Beberapa saham yang mengalami koreksi antara lain PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melemah 2,08%, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) terkoreksi 0,99%, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) melemah 0,95%.

: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham ADRO, HEAL hingga BRPT Melaju

Sementara itu, sejumlah saham yang bergerak stagnan antara lain PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR).

Sebelumnya, Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG ditutup melemah 0,22% ke level 8.925 pada perdagangan Selasa (21/10/2025), setelah sempat menyentuh level all time high (ATH) secara intraday di posisi 9.002. 

Pelemahan tersebut terjadi seiring dominasi tekanan jual, di mana area penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga peluang penguatan lanjutan masih dapat dicermati pada rentang 9.030–9.077. 

“Namun, waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.843–8.904,” tulis Tim MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat (9/1/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.