
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten produsen semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam waktu dekat. INTP pun menyediakan anggaran senilai Rp 750 miliar untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh INTP tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal disetor. Buyback saham ini akan berlangsung mulai 22 Mei 2026 sampai dengan 21 Mei 2027.
Untuk memuluskan agenda tersebut, INTP akan meminta restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 21 Mei 2026.
Ikuti Bursa Asia, IHSG Ngebut ke 7.700 di Awal Perdagangan Rabu (15/4/2026)
Manajemen INTP berkeyakinan bahwa saham INTP saat ini sedang undervalued. Buyback saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan memperbaiki persepsi pasar terhadap INTP yang saat ini masih dalam posisi net-cash, di mana manajemen yakin dengan masa depan perusahaan.
Pelaksanaan buyback saham dinilai tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan perusahaan dan tidak memberi dampak negatif atas biaya pembiayaan, mengingat dana yang digunakan adalah dana internal perusahaan.
“Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak berdampak terhadap pendapatan perusahaan, sehingga tidak terdapat perubahan atas proforma laba perusahaan,” tulis Manajemen INTP dalam keterbukaan informasi, Selasa (14/4) malam.
INTP berharap pelaksanaan buyback saham akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham INTP dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Bursa Asia Dibuka Menguat Rabu (15/4), Didorong Harapan Kesepakatan AS-Iran