
Ussindonesia.co.id BANDA ACEH — Investor Warren Buffett memiliki sejumlah saham unggulan yang dipertahankannya selama puluhan tahun, sebagai strategi investasi jangka panjang.
Warren Buffett memiliki perusahaan investasinya bernama Berkshire Hathaway. Buffett memilih perusahaan dengan keunggulan kompetitif tinggi dan arus kas stabil. Strategi ini membuat sejumlah saham tetap dipertahankan bahkan sejak puluhan tahun lalu tanpa dijual.
Simak portofolio saham Warren Buffet dari analisis platform pasar saham MacroGlide: 1. Coca-Cola (KO)
Coca-Cola merupakan salah satu saham utama yang tidak pernah dilepas Buffett. Perusahaan minuman global yang mulai dibeli sejak 1988.
Hubungan Buffett dengan Coca-Cola sangat erat karena dia melihat perusahaan ini sebagai bisnis dengan merek kuat dan arus kas stabil, bahkan menghasilkan dividen lebih dari US$700 juta per tahun bagi Berkshire.
2. American Express (AXP)
Buffett juga mempertahankan investasi besar di American Express Co. (AXP), perusahaan jasa keuangan global. Berkshire dilaporkan memiliki sekitar 20% saham American Express, kepemilikan sekitar 150 juta saham senilai lebih dari US$30 miliar.
Buffett mulai berinvestasi sejak awal 1990-an dan melihat perusahaan ini memiliki keunggulan kompetitif kuat di sektor pembayaran global.
3. Moody’s (MCO)
Saham lain yang menjadi andalan adalah Moody’s Corp. (MCO), lembaga pemeringkat kredit global. Berdasarkan laporan MacroGlide, Berkshire Hathaway memiliki sekitar 13% saham Moody’s dengan nilai investasi lebih dari US$9 miliar.
Buffett memperoleh saham ini melalui spin-off Dun & Bradstreet pada 2000 dan terus mempertahankannya karena dominasi Moody’s di pasar pemeringkatan kredit global.
4. Visa (V)
Visa merupakan perusahaan jaringan pembayaran terbesar di dunia yang mulai diakumulasi Buffett setelah IPO. Menurut data yang dikutip MacroGlide, Berkshire memiliki sekitar 1% saham Visa senilai lebih dari US$3 miliar.
Visa menarik bagi Buffett karena model bisnisnya berbasis jaringan global yang menghasilkan pendapatan stabil dari transaksi pembayaran.
5. Mastercard (MA)
Selain Visa, Buffett juga berinvestasi di Mastercard, terutama setelah krisis keuangan 2008. Menurut data yang ada, Berkshire Hathaway memiliki 0,8% saham Mastercard senilai sekitar US$2 miliar.
MacroGlide menyebut Mastercard sebagai bagian penting dari strategi Buffett di sektor fintech dan pembayaran digital yang terus berkembang secara global.
6. DaVita (DVA)
DaVita adalah perusahaan layanan kesehatan yang fokus pada perawatan ginjal. Berkshire Hathaway memiliki sekitar 45% saham DaVita.
Investasi ini menunjukkan ketertarikan Buffett pada sektor kesehatan yang memiliki permintaan stabil dan jangka panjang.
7. Globe Life (GL)
Globe Life merupakan perusahaan asuransi yang telah dimiliki Buffett sejak awal 2000-an. Berkshire Hathaway memiliki kepemilikan saham signifikan di perusahaan ini dengan nilai ratusan juta dolar. Sektor asuransi menjadi salah satu favorit Buffett karena menghasilkan arus kas stabil dari premi.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.