
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar jumlah emiten baru ke arah penguatan bobot perusahaan melantai menuai respons positif dari pelaku pasar.
Kehadiran penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) lighthouse pada 2026 dinilai menjadi sinyal kuat bahwa otoritas bursa kini lebih mengedepankan kualitas fundamental dibandingkan kuantitas pencatatan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan standar pasar modal Indonesia. Menurutnya, fokus pada emiten berkapitalisasi besar dengan fundamental kokoh akan memberikan rasa aman jauh lebih besar bagi investor.
: IPO Emiten Lighthouse Berpotensi Jadi Magnet Investor Institusi pada 2026
“BEI melalui skema lighthouse lebih menekankan kualitas IPO dibandingkan kuantitas, dan pendekatan ini patut diapresiasi,” ujar Nafan, Senin (5/1/2025).
Dia menambahkan bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata karena emiten yang ditawarkan bukan bersifat membeli ‘kucing dalam karung’, melainkan perusahaan dengan kualitas dan visibilitas yang jelas sejak awal.
: : BUMN Absen dari Daftar IPO Lighthouse 2026, Momentum Baru Emiten Swasta
Kriteria emiten lighthouse yang mewajibkan kapitalisasi pasar jumbo bukan tanpa alasan. Nafan menjelaskan bahwa emiten dalam kategori ini umumnya memiliki rekam jejak penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) secara konsisten dan konsekuen.
Selain itu, dukungan arus kas yang memadai menjadi pembeda utama dengan emiten skala kecil yang sering kali masih dalam tahap ekspansi berisiko.
: : Prospek IPO 2026: Griya Idola, Vidio, hingga Bank Jakarta Bakal Go Public?
Penekanan pada arus kas yang sehat memastikan bahwa emiten tersebut memiliki daya tahan di tengah dinamika ekonomi global. Hal ini sekaligus meminimalisir risiko bagi investor ritel maupun institusi terhadap emiten yang memiliki fundamental rapuh namun berhasil melantai di bursa.
Dampak dari pergeseran fokus ini diyakini akan memperluas basis investor institusi, baik domestik maupun global. Kualitas emiten yang terjaga diprediksi bakal menjadi magnet bagi asuransi, dana pensiun, hingga sovereign wealth fund untuk menempatkan dana jangka panjang mereka di BEI.
Masuknya investor institusi dengan skala besar juga diharapkan mampu mendorong arus modal masuk secara masif, yang pada akhirnya akan meningkatkan stabilitas dan kepercayaan pasar secara keseluruhan.
“Dari sisi tantangan, realisasi IPO lighthouse bergantung pada kondisi ekonomi dan pasar. Jika kondisi ekonomi domestik maupun global berada dalam situasi kondusif, maka pipeline IPO lighthouseberpeluang besar terealisasi,” ucapnya.
_________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.