
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Tekanan pasar domestik yang kian dominan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki fase distribusi, meski sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan perbaikan.
IHSG tercatat terkoreksi 18,49% sepanjang kuartal I/2026 ke level 7.048,22. Pelemahan terjadi merata di seluruh indeks sektoral dan indeks utama.
Memasuki awal April 2026, IHSG sempat menguat 1,45% ke level 7.150,68 pada sesi I perdagangan Rabu (1/4/2026). Penguatan ini sejalan dengan rilis data inflasi Maret 2026 yang turun menjadi 3,48% secara tahunan serta surplus neraca perdagangan sebesar US$1,27 miliar pada Februari 2026.
: IHSG Ditutup Menguat ke 7.149, Saham Big Caps BUMI hingga ANTM Melaju
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menilai pasar saham domestik saat ini berada dalam fase distribusi di tengah meningkatnya risiko stagflasi global.
Pelemahan indeks yang disertai arus keluar dana asing menjadi sinyal tekanan domestik yang semakin kuat. Hingga 31 Maret 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp32,85 triliun secara year to date.
: : IHSG Sesi I Naik 1,45% ke 7.150, Surplus Neraca Dagang RI Cetak Rekor 70 Bulan
Menurutnya, eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak mentah Brent ke kisaran US$118 per barel menjadi faktor utama yang membebani pasar.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak subsidi dinilai penting untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Namun, kebijakan tersebut berpotensi menekan ruang fiskal.
: : IHSG Dibuka Rebound Hari Ini (1/4), Saham INCO, BRPT, hingga BREN Melaju
“Fase distribusi saat ini mengindikasikan IHSG masih berisiko mengalami pelemahan lanjutan hingga ke kisaran 7.005, dengan level support kritikal yang perlu dicermati berada di area 6.892,” ujarnya.
Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika arus dana asing serta perkembangan sentimen global.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat 1,93% ke level 7.149,25. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif di kisaran 7.136,25 hingga 7.207,17.
Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp16,44 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 29,99 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,989 juta kali.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.