
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Sejumlah emiten akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April mendatang. Peluang berburu saham dengan imbal hasil atau yield dividen tinggi masih terbuka lebar.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan peluang untuk mendapatkan dividend yield tinggi masih tetap ada dan terbuka.
“Tapi masalahnya, di tengah era volatilitas yang sedang tinggi, tentu menjadi perhatian pelaku pasar dan investor apakah dividen semenarik itu dengan volatilitas pasar? Belum lagi kita harus menghindari dividend trap yang memang selalu terjadi ketika masa penawaran dividen berakhir,” ucap Nico, Rabu (25/3/2026).
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 26 Maret 2026
Dia menuturkan harga saham akan terus mengalami penurunan usai pemberian dividen, apalagi ditengah volatilitas yang ada saat ini.
Nico menjelaskan apabila dividend yield yang diberikan perusahaan cukup menarik, dengan fundamental perusahaan kuat, dan volatilitas pasar mereda, maka berinvestasi pada saham dengan dividend yield yang tinggi bisa menjadi pilihan.
“Namun apabila dividend yield yang diberikan menarik, namun fundamental kurang kuat dan volatilitas pasar masih tinggi, mungkin menunggangi momen dividen untuk mendapatkan keuntungan bisa menjadi sebuah kesempatan,” ujarnya.
: Kisi-Kisi Dividen BRI (BBRI), Bakal Dibahas dalam RUPST pada 10 April 2026
Adapun Pilarmas Investindo Sekuritas melihat saham BBCA masih terlihat menarik untuk saat ini. Dia melihat beberapa perusahaan besar seperti BBCA, justru terlihat sangat menarik karena memberikan dividend yield sebesar 4,15% yang merupakan salah satu yang tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
“Dengan fundamental yang kuat, kami menilai BBCA layak untuk dikoleksi, terutama ditengah harganya yang berada di bawah 7.000,” tutur Nico.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.