
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan penawaran masuk dalam lelang Surat Utang Negara mencapai Rp57,30 triliun pada Selasa (26/5/2026).
Melansir laman resminya, lelang dilaksanakan terhadap 9 seri SUN. Sebanyak 3 seri merupakan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan 6 seri lainnya merupakan Fixed Rate (FR).
Dari seri bertenor pendek, yang ditawarkan dalam SPN, produk SPN12270517 mencatatkan penawaran tertinggi senilai Rp4,66 triliun. Sementara dari seri FR yang cenderung memiliki tenor menengah—panjang, penawaran terbesar dicatatkan oleh FR0109 dengan nilai mencapai Rp20,19 triliun.
: Pemerintah Bakal Gelar Lelang SUN Selasa (14/4), Incar Dana Rp36 Triliun
Sementara nilai penawaran termungil dicatatkan oleh SPN12260702 senilai Rp1,30 triliun dan FR0105 senilai Rp4,17 triliun.
”Pemerintah melaksanakan lelang Surat Utang Negara pada tanggal 26 Mei 2026 melalui sistem lelang Bank Indonesia. Total penawaran yang masuk sebesar Rp57,30 triliun,” kata pengumuman DJPPR dikutip Kamis (28/5/2026).
: : Pemerintah Gelar Lelang SUN Pekan Depan (3/3), Incar Dana Rp33 Triliun
Sementara itu, DJPPR hanya memenangkan total Rp36,85 triliun dari total penawaran masuk.
Dari seri bertenor pendek, SPN12270517 sekaligus mencatatkan nilai dimenangkan terbesar, mencapai Rp3,70 triliun dengan bid-to-cover-ratio mencapai 1,26 kali. FR0109 juga mencatatkan nilai dimenangkan terbesar senilai Rp14,45 triliun dengan bid-to-cover-ratio mencapai 1,4 kali.
: : Minat Investor Turun, Lelang SUN Himpun Penawaran Masuk Rp63,03 Triliun
SPN12270517 sekaligus menjadi produk dengan tenor terpanjang dalam serinya, dengan tenggat jatuh tempo pada 17 Mei 2027 dan tingkat yield rata-rata tertimbang sebesar 6,50%.
Sementara FR0109 memiliki tenor selama 5 tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Maret 2031. Produk ini memiliki imbal hasil sebesar 5,87%.
Dari seri FR, produk dengan imbal hasil tertinggi justru digenggam oleh FR0106 dan FR0107 yang memiliki imbal hasil masing-masing 7,12%. Kedua produk ini memiliki jatuh tempo masing-masing pada 15 Agustus 2040 dan 2045.
Nilai dimenangkan FR0106 hanya sebesar Rp5 triliun dengan bid-to-cover-ratio sebesar 1,23 kali. Sementara FR0107 mencatatkan nilai dimenangkan Rp3,50 triliun dan bid-to-cover-ratio sebesar 1,70 kali.
Produk dengan tenor terpanjang pada lelang ini digenggam oleh FR0105 yang menawarkan imbal hasil sebesar 6,87% dan memiliki jatuh tempo pada 15 Juli 2064. Hanya saja, total nilai dimenangkan dari produk ini hanya Rp2 triliun dengan bid-to-cover-ratio sebesar 2,09 kali.
”Total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp36,85 triliun,” tutup pengumuman tersebut.