
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak pada kisaran level 6.900-7.050 pada pembukaan perdagangan Rabu (8/4). Pada Selasa (7/4), IHSG ditutup melemah 18,4 poin atau 0,26 persen ke level 6.971,027.
“Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi pada kisaran 6.900-7.050,” kata analis Phintraco Sekuritas, dalam keterangannya, Rabu (8/4).
Menurut analis Phintraco, sentimen dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah menjelang batas waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Ketidakpastian mengenai apakah akan terjadi gencatan senjata antara AS-Iran, juga menjadi faktor negatif,” kata analis.
Faktor pendukung IHSG dibuka pada level 7.050 dipicu langkah pembenahan infrastruktur perdagangan oleh BEI untuk meningkatkan kualitas transaksi di pasar modal Indonesia.
BEI optimis proses evaluasi terhadap sistem perdagangan dengan skema Full Call Auction (FCA) bisa diselesaikan pada kuartal II 2026.
“Evaluasi terhadap skema FCA ini bukan merupakan langkah parsial, melainkan bagian integral dari agenda reformasi besar pasar modal Indonesia yang sedang berjalan,” tulis analis Phintraco.
Saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Rabu (8/4) meliputi ESSA, AKRA, BRPT, CPIN, dan JPFA.
Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Rabu (8/4) diproyeksi variatif. Bisa melemah ke level 6.745-6.849 dan menguat pada level 7.323-7.450
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7,323-7,450,” tulis MNC Sekuritas, Rabu (8/4).
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Rabu (8/4) meliputi AKRA, BMRI, CMRY, dan INKP.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.