Kinerja operasional ANTM 2025 solid, nikel dan bauksit cetak rekor produksi

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja operasional yang cukup solid sepanjang 2025. Hal ini tercermin dari capaian produksi dan penjualan sejumlah komoditas utama yang dihasilkan emiten anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID tersebut.

Merujuk laporan yang dipublikasikan perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja sejumlah komoditas ANTM menunjukkan dinamika berbeda, dengan penguatan signifikan di segmen nikel dan bauksit, di tengah penurunan produksi emas dan feronikel.

Pada kuartal IV-2025, produksi emas dari tambang ANTM tercatat sebesar 153 kilogram (kg) atau 4.919 ons troi. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 273 kg atau 8.777 ons troi.

Secara tahunan, produksi emas ANTM hingga akhir 2025 tercatat sebesar 743 kg atau 23.888 ons troi, turun dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 1.019 kg atau 32.762 ons troi.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 167.000 Per Gram Jadi Rp 3.027.000, Senin (2/2)

Dari sisi penjualan, volume penjualan emas ANTM pada kuartal IV-2025 tercatat 3.331 kg atau 107.094 ons troi, turun dari periode sebelumnya sebesar 15.209 kg atau 488.981 ons troi.

Sepanjang 2025, volume penjualan emas ANTM berada di level 37.406 kg atau 1.202.631 ons troi, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 43.776 kg atau 1.407.431 ons troi.

Manajemen ANTM menyebut, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, fluktuasi pasar keuangan, serta tekanan inflasi, telah mendorong permintaan emas sebagai instrumen investasi lindung nilai dan safe haven.

Di tengah volatilitas nilai tukar dan perubahan suku bunga, produk emas ANTM dinilai tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

“Kondisi tersebut menjaga kinerja penjualan emas Antam tetap solid dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan,” tulis Manajemen ANTM dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (2/2).

Produksi dan Penjualan Bijih Nikel Tertinggi dalam Satu Dekade

Di segmen komoditas bijih nikel, ANTM membukukan produksi sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt) pada 2025, tumbuh 62% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 2024 yang sebesar 9,94 juta wmt.

Khusus kuartal IV-2025, produksi bijih nikel ANTM berada pada level 3,56 juta wmt, naik 35% yoy dari kuartal IV-2024 sebesar 2,63 juta wmt.

Dari sisi pemasaran, volume penjualan bijih nikel ANTM pada 2025 terealisasi sebesar 14,58 juta wmt atau tumbuh 75% yoy dibandingkan 2024 sebesar 8,35 juta wmt.

Harga Emas Antam Melonjak, Prospek Emas Global Diproyeksi Tetap Bullish pada 2026

Sementara pada kuartal IV-2025, penjualan bijih nikel mencapai 3,35 juta wmt, meningkat 27% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,64 juta wmt.

Sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik, 2025 menjadi momen di mana ANTM mencetak kinerja produksi dan penjualan bijih nikel tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir sejak pemberlakuan larangan ekspor mineral.

“Sepanjang 2025, bijih nikel ANTM dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri nikel kelas dua domestik serta mendukung pasokan bahan baku internal bagi produksi feronikel perusahaan di Kolaka,” ungkap Manajemen ANTM.

Feronikel Tertekan Regulasi Harga

Beralih ke komoditas feronikel, sepanjang 2025 kinerja komoditas ini dipengaruhi oleh perubahan regulasi terkait harga batas bawah produk.

ANTM merealisasikan produksi feronikel sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada 2025, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 20.103 TNi. Volume penjualan feronikel ANTM tercatat sebesar 10.528 TNi pada 2025, turun dari 19.452 TNi pada tahun sebelumnya.

Pada kuartal IV-2025, produksi feronikel ANTM tercatat sebesar 2.755 TNi, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 4.858 TNi. Volume penjualan feronikel pada periode ini mencapai 2.346 TNi, turun dari 7.761 TNi.

Sepanjang 2025, seluruh penjualan feronikel ANTM terserap pasar ekspor dengan tujuan utama ke Korea Selatan, India, dan China yang merupakan pusat manufaktur stainless steel global.

Bauksit dan Alumina Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Capaian gemilang diraih ANTM pada komoditas bauksit. Sepanjang 2025, ANTM membukukan produksi dan penjualan bauksit tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, seiring optimalisasi kapasitas tambang dan meningkatnya serapan pasar domestik.

Pada kuartal IV-2025, produksi bauksit ANTM mencapai 514.374 wmt. Secara kumulatif, produksi bauksit sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,83 juta wmt, melonjak 112% yoy dibandingkan 2024 sebesar 1,33 juta wmt.

Harga Emas Antam Sabtu (31/1) Turun Rp 260.000 Per Gram Jadi Rp 2,86 Juta

Dari sisi penjualan, volume penjualan bauksit pada kuartal IV-2025 tercatat sebesar 785.972 wmt, naik 23% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 638.758 wmt. Sepanjang 2025, penjualan bauksit ANTM mencapai 1,89 juta wmt, melonjak 157% yoy dari 736.188 wmt pada 2024.

“Produksi bauksit ANTM dialokasikan sebagai bahan baku Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) perusahaan yang dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA), serta untuk memenuhi kebutuhan pelanggan domestik lain,” terang Manajemen ANTM.

Sejalan dengan strategi optimalisasi Pabrik CGA, pada kuartal IV-2025 PT ICA merealisasikan produksi 47.465 ton alumina, tumbuh 13% yoy dibandingkan kuartal IV-2024 sebesar 41.942 ton.

Secara kumulatif, produksi alumina pada 2025 mencapai 181.690 ton, meningkat 23% dibandingkan capaian 2024 sebesar 147.826 ton, sekaligus menjadi tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah ANTM.

Dari sisi penjualan, volume penjualan alumina pada kuartal IV-2025 tercatat sebesar 45.453 ton, naik 3% yoy dibandingkan kuartal IV-2024 sebesar 44.112 ton. Sepanjang 2025, penjualan alumina ANTM mencapai 180.221 ton, meningkat 2% yoy dari 177.178 ton pada tahun sebelumnya.