
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Melansir dari keterbukaan informasi, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 11,40 triliun di tahun 2025. Ini naik 17,89% dari Rp 9,67 triliun pada tahun sebelumnya.
Segmen produk kelapa sawit dan turunannya menyumbang Rp 11,37 triliun. Sisanya, segmen produk karet dan turunannya berkontribusi Rp 23,54 miliar.
Beban pokok penjualan naik dari Rp 5,94 triliun di 2024 menjadi Rp 6,90 triliun pada tahun 2025.
Chandra Asri Pacific (TPIA) Raih Laba Bersih US$ 1,49 Miliar pada 2025
Laba bruto menjadi Rp 4,49 triliun sepanjang tahun lalu, naik 20,81% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 3,72 triliun.
TAPG pun membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 3,7 triliun di 2025, naik 18,65% YoY dari Rp 3,12 triliun.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 186 di akhir 2025, naik dari Rp 157 di akhir 2024.
Per 31 Desember 2025, TAPG punya total aset Rp 14,69 triliun. Ini naik dari Rp 14,30 triliun per 31 Desember 2024.
Total liabilitas perseroan sebesar Rp 3 triliun di akhir Desember 2025, turun tipis dari Rp 3,03 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 11,68 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 11,27 triliun di akhir tahun 2024.
TAPG memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 1,65 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 1,3 triliun di periode sama tahun lalu.
Ini Upaya OJK Menjawab Evaluasi MSCI