Laba JPFA melonjak 166,95% jadi Rp 1,81 triliun kuartal I-2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melaporkan kinerja yang positif sepanjang kuartal I-2026, baik dari segi penjualan maupun laba bersih.

Melansir laporan keuangannya, emiten di sektor unggas itu mencatatkan penjualan sebesar Rp 17,71 triliun pada periode tiga bulan pertama tahun 2026. Perolehan itu naik 23,59% secara tahunan (year on year/yoy) dari posisi Rp 14,33 triliun.

Secara rinci, penjualan yang berasal dari peternakan komersial tercatat Rp 7,04 triliun, pakan ternak Rp 4,86 triliun, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp 3,18 triliun, budidaya perairan Rp 1,21 triliun, pembibitan unggas Rp 1,09 triliun, dan perdagangan lain-lain Rp 617,53 miliar.

Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat dari Rp 11,64 triliun menjadi Rp 13,19 triliun. Meski demikian, laba bruto perusahaan tetap tumbuh kuat menjadi Rp 4,52 triliun pada kuartal I-2026, dibandingkan Rp 2,69 triliun pada kuartal I-2025.

Kinerja Japfa Comfeed (JPFA) Dibayangi Tekanan Biaya Pakan, Cek Rekomendasi Analis

Dari sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran JPFA naik menjadi Rp 752,19 miliar dari sebelumnya Rp 624,29 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp 1,15 triliun dibandingkan Rp 951,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan turut mencatat pendapatan lainnya sebesar Rp 159,35 miliar, naik dari Rp 57,82 miliar. Sementara beban lainnya meningkat menjadi Rp 171,44 miliar dari Rp 35,40 miliar. Dengan kinerja tersebut, laba usaha JPFA melonjak menjadi Rp 2,60 triliun pada kuartal I-2026, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp 1,14 triliun pada kuartal I-2025.

Di sisi lain, pendapatan keuangan perusahaan meningkat menjadi Rp 27,05 miliar dari Rp 12,94 miliar. Namun, biaya keuangan juga naik menjadi Rp 207,44 miliar dibandingkan Rp 177,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

JPFA juga mencatat bagian laba neto ventura bersama sebesar Rp 64,63 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp 2,34 miliar pada kuartal I-2025. Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 2,48 triliun, naik dari Rp 976,60 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp 539,88 miliar, laba tahun berjalan JPFA mencapai Rp 1,94 triliun, meningkat dibandingkan Rp 754,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

  JPFA Chart by TradingView  

Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,81 triliun, melonjak sekitar 166,95% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 680,41 miliar.

Dus, total laba per saham dasar perusahaan melonjak menjadi Rp 156 per saham, dari sebelumnya Rp 59 per saham.

JPFA mencatatkan total aset senilai Rp 39,33 triliun per Maret 2026, turun tipis dari akhir tahun 2025 sebesar Rp 40 triliun. Perusahaan juga melaporkan total liabilitas senilai Rp 17,3 triliun dan ekuitas Rp 22,02 triliun.

Adapun total saldo kas dan setara kas akhir periode mencapai Rp 1,84 triliun, meningkat dari Rp 1,74 triliun.