
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga tembaga berjangka bertahan di dekat US$ 13.304,5 per ton pada hari Jumat (27/2). Tembaga siap untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut, karena investor menunggu sinyal permintaan penting dari pertemuan parlemen China yang akan datang.
Pertemuan tahunan “Dua Sesi” akan berlangsung dari 4 Maret hingga sekitar 11 Maret, di mana pemerintah juga akan merilis Rencana Lima Tahun ke-15, yang menguraikan prioritas kebijakan untuk tahun 2026-2030.
Seperti dikutip Trading economics, Jumat (27/2), pembeli China sebagian besar tetap menahan diri sejak kembali dari liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu. Beberapa importir juga menunda pembelian di tengah harga yang tinggi.
Banyak pabrik domestik diperkirakan tidak akan sepenuhnya melanjutkan operasi hingga awal bulan depan.
Persediaan tembaga di gudang yang dipantau bursa juga naik ke rekor tertinggi pada akhir Januari, dipengaruhi oleh pergeseran kebijakan perdagangan AS dan gangguan tambang.