
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Index provider global, FTSE Russell telah mengumumkan hasil klasifikasi pasar ekuitas interim Maret 2026 dan menyatakan Indonesia tetap bertahan di kelas secondary emerging market. Hal ini menjadi katalis pendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup hijau dalam sesi I perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026).
Per 31 Maret 2026, terdapat 39 konstituen Indonesia yang masuk indeks FTSE dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$99,06 miliar. Dari daftar tersebut, terdapat 10 saham konstituen yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar dan menjadi penyumbang bobot terbesar di dalam indeks. Mereka adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), hingga PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
Berdasarkan data pasar hingga sesi I perdagangan Rabu (8/4/2026), mayoritas dari 10 saham konstituen tersebut terpantau menguat. Saham BBCA menguat 4,62% ke Rp6.800, saham BBRI naik 3,72% ke Rp3.350, dan saham BMRI menguat 3,33% ke Rp4.660.
: Intip Struktur Indeks FTSE Indonesia: 10 Saham Raksasa Dominasi Bobot 75,44%
Sementara itu, saham PT Telekom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 0,97% ke Rp3.130, saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 4,66% ke Rp6.175, sedangkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) terkoreksi 0,60% ke Rp65.850.
Kemudian, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melonjak 8,83% ke Rp5.300, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga menguat 6,27% ke Rp3.730, sedangkan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) terpangkas 0,42% ke Rp29.875 dan saham GOTO stagnan ada di posisi Rp51.
: : IHSG Dibuka Melonjak 2,25% ke 7.127 Usai FTSE Pertahankan Status Pasar Modal RI
Sementara itu, IHSG pada sesi I perdagangan juga menguat 3,39% atau 236,13 poin ke level 7.207,16. Dalam sesi I ini IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 7.214,45.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan pengumuman FTSE akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG yang sepanjang tahun tertekan oleh sentimen perang Timur Tengah.
: : FTSE Tetapkan Status Pasar Saham RI, Cek Poin Penting Selengkapnya
“Bila tidak terjadi downgrade [ke frontier market], maka potensi outflow bisa terhindari,” kata Nafan.
Sampai dengan 7 April 2026, terdapat net sell asing secara year to date (YtD) mencapai Rp36,23 triliun. Komposisi investor pasar saham masih didominasi oleh investor domestik dengan persentase 66% dibanding 34% investor asing.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.