
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mengumumkan Tambang Emas Pani telah memulai proses irigasi di fasilitas heap leach pad pada Selasa (27/1). Pencapaian ini merupakan salah satu tahap akhir dalam proses produksi menuju realisasi produksi emas perdana yang ditargetkan pada kuartal I-2026.
Pada proses heap leach, bijih emas yang telah dihancurkan ditumpuk di atas heap leach pad dan dialiri larutan kimia untuk melarutkan kandungan emas dan perak dari bijih. Larutan hasil kaya logam berharga (pregnant leach solution) selanjutnya dialirkan ke Pabrik ADR atau Adsorption, Desorption, and Recovery untuk proses ekstraksi dan pemurnian, hingga menghasilkan emas dan perak dalam bentuk dore bullion.
Fasilitas ADR di Tambang Emas Pani telah menyelesaikan tahap comissioning dan siap untuk memproses pregnant leach solition.
IPO Asia Tenggara Naik 76% pada 2025, Deloitte Sebut Indonesia Ditopang Sektor Energi
Boyke Poerbaya Abidin, Presiden Direktur Merdeka Gold Resources menyampaikan, dimulainya irigasi heap leach menegaskan produksi emas perdana Tambang Emas Pani dapat berjalan sesuai target pada kuartal pertama tahun ini.
“Proyek ini tidak hanya menjadi pendorong nilai jangka panjang bagi para investor, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan UMKM lokal,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kontan, Selasa (27/1).
Seiring dengan pengembangan tahap awal melalui heap leach, EMAS juga memajukan konstruksi fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) dengan kapasitas terpasang hingga 12 juta ton bijih per tahun dari semula pada 2027 menjadi pada 2026. Fasilitas ini akan mendukung peningkatan kapasitas produksi emas Pani dalam jangka menengah hingga panjang.
Dari sisi sumber daya, Tambang Emas Pani memiliki Cadangan Bijih Emas (Ore Reserve) sekitar 4,8 juta ons troi dari Perkiraan Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate) lebih dari 7 juta ounces emas.
Dengan skala tersebut, Tambang Emas Pani menempati posisi sebagai salah satu tambang yang mempunyai deposit emas primer terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat fundamental pertumbuhan jangka panjang EMAS.
Seiring dengan optimalisasi operasi heap leach dan pengembangan fasilitas CIL, Tambang Emas Pani berpotensi menghasilkan lebih dari 500.000 ons troi per tahun pada puncak produksi, sehingga menjadikannya sebagai salah satu tambang emas terbesar di Indonesia dan Asia Pasifik.