
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memasuki babak baru yang radikal pasca pengambilalihan kendali oleh PT Morris Capital Indonesia (MCI). Nantinya, MCI bakal menginjeksi aset senilai Rp 3 triliun kepada PIPA.
Pengamat Pasar Modal & Founder Republik Investor Hendra Wardana menyebut langkah strategis ini memberikan potensi dan dampak signifikan terhadap fundamental PIPA ke depannya.
“Dengan skema injeksi aset sebesar Rp 3 triliun, PIPA berpotensi keluar dari bayang-bayang masa lalunya dan menjadi bagian penting dalam tulang punggung energi Indonesia,” kata dia, Selasa (6/1).
Saham Amman Mineral (AMMN) Melejit 14,64%, Salah Satu Pemegang Saham Jual di Rp 6.200
Hendra menilai upaya integrasi vertikal yang dilakukan Morris Capital dari pipa plastik ke energi strategis langkah yang cerdas. Namun kunci keberhasilannya masih bergantung pada eksekusi dan keberlanjutan proyek yang akan dijalankan.
Secara teknikal, kata Hendra, pergerakan saham PIPA sangat mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap transformasi ini. Di mana, PIPA sempat mencetak kenaikan fantastis di 2025 sebelum mengalami koreksi tajam.
Pada akhir perdagangan sesi pertama Selasa (6/1), PIPA melemah 1,54% ke level Rp 256. Namun jika ditarik lebih jauh lagi, sahan PIPA sudah melesat 1.728,57% dalam setahun terakhir.
Dia menjelaskan pasca akuisisi, saham PIPA menunjukkan pergerakan yang sangat fluktuatif, mencerminkan adanya euforia pasar yang diikuti aksi ambil untung alias profit taking dan panic selling jangka pendek.
“Beberapa indikator teknikal, seperti RSI 14-hari dan MACD, seringkali menunjukkan sinyal Buy atau Netral pada harga-harga koreksi, tetapi investor disarankan untuk tetap waspada mengingat kenaikan dan koreksi tajam yang telah terjadi,” kata Hendra.
Menurutnya, pergerakan saham PIPA saat ini adalah cermin ekspektasi pasar terhadap transformasi ini. Investor harus melihat PIPA sebagai saham yang berada dalam zona yang sangat fluktuatif.
“Jangan hanya melihat teknikal sesaat, tapi cermati pengumuman-pengumuman berikutnya. Saham ini lebih sesuai bagi investor dengan profil agresif yang siap menghadapi risiko tinggi, dengan fokus pada realisasi rencana bisnis multi-tahun,” tuturnya.
Siang Ini Rupiah Melemah ke Rp 16.759 per Dolar AS, Begini Proyeksi Hingga Sore